Bayern Munchen Bertahan dari Tekanan, Eintracht Frankfurt Takluk 3-2

Bayern Munchen Bertahan dari Tekanan, Eintracht Frankfurt Takluk 3-2

Pemain Bayern Munchen Aleksandar Pavlovic merayakan gol pada laga Bundesliga/Liga Jerman antara Bayern vs Eintracht Frankfurt di Munich, Jerman, Sabtu, 21 Februari 2026 (c) Harry Langer/dpa via AP

Beritariau.com - Pertandingan pekan ke-23 Bundesliga 2025/2026 di Allianz Arena, Sabtu (21/2/2026) malam WIB, menghadirkan duel dramatis. Bayern Munchen menang 3-2 atas Eintracht Frankfurt setelah sempat unggul nyaman sebelum ditekan habis-habisan di 20 menit terakhir.

Gol tuan rumah dicetak Aleksandar Pavlovic (16’) dan dua gol Harry Kane (20’, 68’). Frankfurt membalas lewat penalti Jonathan Burkardt (77’) dan gol Arnaud Kalimuendo (86’).

Bayern tampil agresif sejak awal laga dengan pressing tinggi dan penguasaan bola dominan. Gol pembuka lahir dari situasi bola mati yang diselesaikan Pavlovic lewat tendangan voli dari luar kotak penalti.

Empat menit berselang, Harry Kane menggandakan keunggulan melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan Michael Olise. Bayern terus mengontrol tempo dan memaksa Frankfurt bertahan lebih dalam.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan tuan rumah tak menurun. Kane kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-68 lewat sepakan terukur dari luar kotak penalti, mengubah skor menjadi 3-0 dan seolah mengunci kemenangan.

Frankfurt mulai menemukan momentum setelah memasukkan Jonathan Burkardt. Tekanan mereka berbuah penalti pada menit ke-77 yang sukses dieksekusi Burkardt.

Kesalahan lini belakang Bayern kemudian dimanfaatkan Arnaud Kalimuendo pada menit ke-86 untuk memperkecil skor menjadi 3-2. Allianz Arena pun sempat tegang ketika Frankfurt meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan.

Meski terus ditekan lewat umpan-umpan cepat ke kotak penalti, Bayern mampu menjaga konsentrasi hingga peluit akhir berbunyi.

Kemenangan ini menjaga Bayern tetap kokoh di puncak klasemen Bundesliga. Namun, laga ini juga menjadi pengingat bahwa dominasi sepanjang pertandingan belum tentu menjamin akhir yang nyaman ketika konsentrasi mulai menurun. (*)