Juventus Tumbang di Turin, Como 1907 Dekatkan Jarak di Klasemen

Juventus Tumbang di Turin, Como 1907 Dekatkan Jarak di Klasemen

Para pemain Juventus tampak kecewa setelah Como mencetak gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Como di Turin, Italia, Sabtu, 21 Februari 2026 (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Beritariau.com - Kekalahan 0-2 dari Como pada pekan ke-26 Serie A 2025-2026 membuat Juventus berada di ambang krisis. Laga yang digelar di Allianz Stadium, Turin, Sabtu (21/2/2026), berubah menjadi malam penuh kekecewaan bagi publik tuan rumah.

Dua gol Como dicetak Mërgim Vojvoda pada menit ke-11 dan Maxence Caqueret pada menit ke-61. Hasil ini membuat Bianconeri tertahan di peringkat kelima dengan 46 poin, hanya unggul satu angka dari Como yang membuntuti di posisi keenam.

Gol pembuka Como berawal dari salah umpan Weston McKennie di lini tengah. Vojvoda dengan sigap memanfaatkan situasi dan melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper Michele Di Gregorio.

Catatan tersebut memperpanjang tren negatif Juventus yang kerap kebobolan dari tembakan pertama lawan musim ini. Tekanan makin terasa ketika Teun Koopmeiners juga melakukan kesalahan yang hampir berujung gol kedua, beruntung tembakan Lucas Da Cunha hanya membentur mistar.

Gol kedua benar-benar memukul mental tuan rumah. Dari skema serangan balik cepat seusai sepak pojok Juventus, Caqueret menuntaskan peluang jarak dekat tanpa bisa dicegah lini belakang Bianconeri.

Tim asuhan Luciano Spalletti tampil pincang akibat absennya sejumlah pemain inti karena cedera dan sanksi. Minimnya opsi rotasi membuat permainan Juventus kurang tajam dan mudah dibaca.

Sebaliknya, Como racikan Cesc Fabregas tampil disiplin dan efektif. Pertahanan rapat serta transisi cepat menjadi kunci keberhasilan mereka mencuri poin penuh di Turin.

Situasi makin rumit setelah Manuel Locatelli menerima kartu kuning dan dipastikan absen pada laga berikutnya melawan Roma. Kekalahan ini juga menjadi yang pertama bagi Juventus di kandang pada ajang Serie A sejak Maret 2025.

Dalam lima pertandingan kompetitif terakhir, Juventus hanya mampu meraih satu hasil imbang. Tren negatif ini menempatkan mereka dalam tekanan besar, terutama dalam persaingan ketat menuju empat besar klasemen.

Kekalahan dari Como bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga menjadi alarm serius bagi konsistensi dan stabilitas Juventus di sisa musim. (*)