Bangun SDM Berkualitas, PT CDN Konsisten Dukung Pendidikan Vokasi di Riau

Bangun SDM Berkualitas, PT CDN Konsisten Dukung Pendidikan Vokasi di Riau

Beritariau.com, Pekanbaru - Guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap kerja di industri otomotif, khususnya roda dua, Honda, melalui PT Astra Honda Motor (AHM) dan jaringan main dealer di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen kuat dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan pendidikan vokasi di tanah air, termasuk juga di Riau melalui PT Capella Dinamik Nusantara (CDN).

PT CDN selalu menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Provinsi Riau sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. 

Banyaknya kegiatan dan sejumlah sekolah yang jadi binaan menjadi bukti sahih bagaimana komitmen terhadap pendidikan vokasi bukan hanya bualan semata tapi diwujudkan dengan realitas dan fakta yang bisa dilihat keberhasilannya hingga saat ini.

Komitmen itu terlihat saat Regional Head PT CDN, Harry Sutiono, menghadiri langsung peresmian jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMK Negeri 1 Mempura pada Rabu, 24 September 2025 lalu. Jurusan tersebut resmi naik status dari Grade A menjadi Grade A+ (Tempat Uji Kompetensi/TUK).

SMKN 1 Mempura menjadi sekolah pertama di Kabupaten Siak yang menyandang status A+, sekaligus menjadi SMK binaan Honda ke-6 yang meraih level tertinggi dari total 27 SMK mitra di Riau.

Dengan status A+, siswa jurusan TBSM memiliki keuntungan lebih, yakni dapat mengikuti uji kompetensi terstandarisasi industri dengan proses yang transparan, objektif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Lulusannya akan mendapatkan sertifikat kompetensi setara TTL 1 (training dasar oleh AHM) yang diakui industri dan berpeluang langsung bekerja di jaringan bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Harry Sutiono juga menyerahkan langsung satu unit Honda BeAT CBS ISS beserta satu paket peralatan bengkel (tools) untuk menunjang pembelajaran.

“Selamat untuk SMK Negeri 1 Mempura atas pencapaiannya hingga berstatus Grade A+. Untuk sampai ke status ini tentu tidak mudah, karena harus mempersiapkan laboratorium, ruang engine, kelistrikan, spare part, hingga tools sesuai standar Astra Honda Motor,” ujarnya.

Selanjutnya dia juga berpesan kepada siswa untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin.

“Jadilah generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga semangat belajar dan integritas. Dunia kerja ke depan membutuhkan pribadi tangguh, adaptif, dan terus mau belajar,” tambahnya.

Ditambahkannya, program ini merupakan implementasi nyata “Sinergi Bagi Negeri”  dan berharap TUK ini menjadi motor penggerak peningkatan kualitas lulusan SMK, serta simbol sinergi kuat antara dunia pendidikan dan industri.

Apa yang disampaikan oleh Harry Sutiono dipertegas kembali oleh Vocational Officer PT CDN Riau, Lahdi Pekbar Putra P yang mengatakan kalau PT CDN terus membuka peluang untuk menambah sekolah binaannya.

"Saat ini terdapat 27 SMK TBSM yang menjadi sekolah binaan Honda di Riau. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga mekanik terampil, perluasan jaringan pendidikan vokasi menjadi agenda penting yang kembali dibahas tahun ini. Kalau target penambahan, kita ada satu," ujarnya.

Bahkan katanya saat ini, sudah seluruh wilayah di Riau ada SMK binaan Honda, kecuali satu yaitu di Pulau Bengkalis, padahal menurut dia potensi vokasinya cukup besar, bahkan di situ ada dua jaringan AHASS juga. 

"Kalau ada penambahan pun, kemungkinan arahnya ke sana, karena Honda selalu menempatkan SMK binaan dekat dengan jaringan bengkel AHASS untuk memastikan link and match berjalan optimal. Lulusan dapat langsung terserap, sementara bengkel pun terpenuhi kebutuhan teknisinya," tambahnya.

Meski menorehkan sejumlah keberhasilan, namun diakuinya kalau tetap saja ada halangan atau hambatan dalam pelaksanaan program ini, terutama soal jadwal, karena pihaknya wajib melakukan supervisi dan visitasi pembinaan secara langsung. Kadang tidak bisa online, harus ke lokasi untuk melihat sarana dan prasarana. Kalau sudah begitu, maka pihaknya menjalin koordinasi dengan kepala bengkel atau pimpinan AHASS terdekat untuk membantu supervisi.

Tak cuma soal jadwal, kendala utama lainnya adalah peningkatan grade dan standarisasi SMK. Honda menerapkan standar yang ketat. SMK binaan wajib berada pada grade A atau A+, sedangkan grade B harus naik terlebih dahulu melalui serangkaian pemenuhan fasilitas dan asesmen kompetensi.

“Kita ingin SMK yang masih grade B naik ke grade A. Kita bantu asesmen, kita standarisasi. Tapi ya di lapangan, ada yang responnya cepat, ada yang lambat, di satu sisi PT CDN Riau tidak dapat sepenuhnya mengintervensi SMK, melainkan hanya memberikan standar dan pendampingan. Semua kembali pada komitmen dan kesiapan sekolah," ujarnya.

Dia kembali menegaskan pentingnya kerja sama antara industri otomotif dan dunia pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal dan siap bersaing. Pihaknya terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan kompetensi teknis para siswa SMK dan memberikan pemahaman mendalam tentang teknologi sepeda motor honda.

Sementara itu, Anggota DPR RI Karmila Sari menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen PT CDN dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Provinsi Riau. 

Menurutnya, langkah yang dilakukan PT CDN merupakan wujud nyata kepedulian dunia usaha dan industri terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Pendidikan vokasi dinilai memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan dan mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

"Keterlibatan aktif perusahaan seperti PT CDN sangat dibutuhkan dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi yang dijalin PT CDN dengan sekolah menengah kejuruan, perguruan tinggi vokasi, serta lembaga pelatihan di Riau sebagai langkah konkret yang patut diapresiasi. Melalui dukungan program magang, praktik kerja industri, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, peserta didik vokasi memperoleh pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja sesungguhnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Karmila Sari menyampaikan bahwa upaya PT CDN sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai prioritas pembangunan nasional. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan vokasi, diharapkan lulusan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga etos kerja, kedisiplinan, dan karakter profesional yang dibutuhkan di dunia industri. Hal ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing tenaga kerja lokal serta penyerapan tenaga kerja di daerah.

"Sebagai wakil rakyat, saya berharap komitmen PT CDN dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sekaligus menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi di Riau," tambahnya. 

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Dengan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, pendidikan vokasi di Riau diyakini mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.

Sebagai catatan, 27 SMK Mitra Binaan itu adalah grade A+ terdiri dari 6 sekolah yakni, SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru, SMKN 5 Pekanbaru, SMK Teknologi Balam (Kabupaten Rohil), SMKN 3 Mandau (Bengkalis), SMKN 1 Tuah Kemuning (Inhil) dan SMKN 1 Mempura (Kabupaten Siak).

Lalu di klasifikasi grade A terdiri dari 11 sekolah yaitu SMKN 1 Mandau (Bengkalis), SMKN 1 Rambah (Rohul), SMKN 1 Bangkinang (Kampar), SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru, SMK Hasanah Pekanbaru, SMK Taruna Pekanbaru, SMKN 2 Dumai (Kota Dumai), SMKN 1 Pangkalan Lesung (Pelalawan), SMKN 1 Tapung (Kampar), SMKN 1 Singingi Hilir (Kuansing) dan SMKN 1 Tambusai (Rohul).

Selanjutnya grade B terdiri dari 10 sekolah, yaitu SMKN 1 Ukui (Inhu), SMKN 1 Bangko (Rohil), SMKN 2 Pinggir (Bengkalis), SMKN 1 Taluk Kuantan (Kuansing), SMKN 1 Siak Kecil (Siak), SMKN 1 Tandun (Rohul), SMKN 2 Tembilahan (Inhil), SMK Taruna Satria Pekanbaru, SMKN 1 Pangkalan Kerinci (Pelalawan) dan SMK Sultan Syarif Qasim (SSQ) Kandis (Kabupaten Siak). (*)