DPR Apresiasi Komitmen PT CDN dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi di Riau

Anggota DPR RI asal Riau, Karmila Sari dan Vocational Officer PT CDN Riau, Lahdi Pekbar Putra
Beritariau.com, Pekanbaru - Pendidikan vokasi menjadi langkah strategis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing sejalan dengan visi misi Pemprov Riau. Hal ini merujuk pada Peraturan Presiden nomor 68 Tahun 2022 yang mengatur mengenai revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.
Oleh karena itu, penguatan pendidikan vokasi menjadi suatu momentum yang perlu segera direspon oleh semua pihak. Karena tidak hanya oleh pemerintah pusat dan satuan pendidikan vokasi, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah daerah perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, komunitas, hingga media massa.
Namun ada tantangannya, belum terciptanya ruang kolaborasi dan sinergi antara satuan pendidikan vokasi dengan sektor lainnya terutama di level daerah. Diperlukan Aktivitas untuk mewujudkan ekosistem kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan pemangku kepentingan.
Disinilah peran yang sudah dilakukan oleh PT Capella Dinamik Nusantara (CDN), bersinergi dengan pemerintah dan dearah dan lembaga pendidikan yang ada sehingga pengembangan pendidikan vokasi tidak hanya terpusat di ibukota namun juga menyebar ke seluruh daerah di Riau.
Vocational Officer PT CDN Riau, Lahdi Pekbar Putra menyebut kalau pihaknya terus membuka peluang peluang untuk menambah sekolah binaannya.
"Saat ini terdapat 27 SMK TBSM yang menjadi sekolah binaan Honda di Riau. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga mekanik terampil, perluasan jaringan pendidikan vokasi menjadi agenda penting yang kembali dibahas tahun ini. Kalau target penambahan, kita ada satu," ujarnya.
Bahkan katanya saat ini, sudah seluruh wilayah di Riau ada SMK binaan Honda, kecuali satu yaitu di Pulau Bengkalis, padahal menurut dia potensi vokasinya cukup besar, bahkan di situ ada dua jaringan AHASS juga.
"Kalau ada penambahan pun, kemungkinan arahnya ke sana, karena Honda selalu menempatkan SMK binaan dekat dengan jaringan bengkel AHASS untuk memastikan link and match berjalan optimal. Lulusan dapat langsung terserap, sementara bengkel pun terpenuhi kebutuhan teknisinya," tambahnya.

Dukungan dari Legislatif
Sementara itu, Anggota DPR RI, Karmila Sari, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen PT CDN dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Provinsi Riau. Menurutnya, langkah yang dilakukan perusahaan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dunia usaha dan industri terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang akan menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
“Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan serta mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Oleh karena itu, keterlibatan aktif sektor swasta seperti PT CDN sangat dibutuhkan untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Karmila.
Karmila menilai bahwa dukungan PT CDN tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga bersifat konkret melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Mulai dari penyelenggaraan program magang, praktik kerja industri, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan industri, semua upaya ini dirancang untuk memastikan peserta didik vokasi memperoleh pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja sesungguhnya.
“Kolaborasi yang dijalin PT CDN dengan sekolah menengah kejuruan, perguruan tinggi vokasi, serta lembaga pelatihan di Riau merupakan langkah nyata yang patut diapresiasi. Melalui dukungan ini, para siswa dapat belajar dengan standar industri dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, Karmila menekankan bahwa langkah PT CDN sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai prioritas pembangunan nasional. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan vokasi, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga etos kerja, disiplin, dan karakter profesional yang dibutuhkan di dunia industri.

“Peningkatan kualitas SDM vokasi tidak hanya berdampak pada kesiapan kerja, tetapi juga pada daya saing tenaga kerja lokal, penyerapan lapangan pekerjaan, dan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Karmila.
Anggota DPR RI tersebut juga mengajak perusahaan lain untuk meneladani langkah PT CDN dalam mendukung pendidikan vokasi. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Menurutnya, pendidikan vokasi yang kuat akan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di Riau sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dalam pandangan Karmila, kerja sama antara dunia usaha dan lembaga pendidikan bukan hanya sekadar bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang berkesinambungan, lulusan pendidikan vokasi tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi inovator, pengusaha, dan pemimpin yang akan membawa perubahan positif bagi Provinsi Riau.
“Sebagai wakil rakyat, saya berharap komitmen PT CDN dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sekaligus menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi di Riau. Sinergi yang kuat antara semua pihak akan memastikan pendidikan vokasi mampu mencetak SDM yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Karmila Sari.
Sebagai catatan, 27 SMK Mitra Binaan itu adalah grade A+ terdiri dari 6 sekolah yakni, SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru, SMKN 5 Pekanbaru, SMK Teknologi Balam (Kabupaten Rohil), SMKN 3 Mandau (Bengkalis), SMKN 1 Tuah Kemuning (Inhil) dan SMKN 1 Mempura (Kabupaten Siak).
Lalu di klasifikasi grade A terdiri dari 11 sekolah yaitu SMKN 1 Mandau (Bengkalis), SMKN 1 Rambah (Rohul), SMKN 1 Bangkinang (Kampar), SMK Multi Mekanik Masmur Pekanbaru, SMK Hasanah Pekanbaru, SMK Taruna Pekanbaru, SMKN 2 Dumai (Kota Dumai), SMKN 1 Pangkalan Lesung (Pelalawan), SMKN 1 Tapung (Kampar), SMKN 1 Singingi Hilir (Kuansing) dan SMKN 1 Tambusai (Rohul).
Selanjutnya grade B terdiri dari 10 sekolah, yaitu SMKN 1 Ukui (Inhu), SMKN 1 Bangko (Rohil), SMKN 2 Pinggir (Bengkalis), SMKN 1 Taluk Kuantan (Kuansing), SMKN 1 Siak Kecil (Siak), SMKN 1 Tandun (Rohul), SMKN 2 Tembilahan (Inhil), SMK Taruna Satria Pekanbaru, SMKN 1 Pangkalan Kerinci (Pelalawan) dan SMK Sultan Syarif Qasim (SSQ) Kandis (Kabupaten Siak). (*)

