Dipicu Aksi Pencurian HP dan Dompet
Pasca bentrok warga suku Nias Vs Sambas di Inhil, Polisi siaga

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Inhil - Pasca bentrok antar suku di Desa Pekantua, Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir (Inhil), yang dipicu aksi pencurian, Sabtu (04/04/15) sekitar pukul 14.00 Wib, sejumlah personil Polisi masih disiagakan di lokasi.
"Untuk pengamanan dan patroli di sekitar lokasi serta menyelidiki awal persoalan kasus pencurian hp dan dompet," ujar Kapolres Inhil AKBP Suwoyo, Minggu (05/04/15).
Selain mengamankan senjata tajam (sajam), bensin dan alat-alat dari kedua belah pihak, Polres Inhil juga menggelar upaya mediasi antara Suku Nias dan Sambas yang bertikai itu pada Sabtu malam di Ruang Pertemuan PT Sumatera Riang Lestari (SRL).
"Sekitar 60 personil masih di lokasi dan kondisi saat ini sudah kondusif," katanya.
Informasi yang dirangkum, pertikaian antara suku Nias dengan suku Sambas asal Kalimantan di Areal PT SRL Camp J 091 Dusun Bahagia Kecamatan Kempas pada Sabtu itu, berawal dari dugaan tindak pidana pencurian handphone (HP) dan Dompet.
Awalnya, pada Sabtu (04/04/15) sekitar pukul 02.00 Wib, camp PT SRL di masuki maling. 5 unit HP dan 1 buah dompet milik karyawan kontraktor PT SAL yang kebanyakan suku Sambas, raib. Dalam pencurian itu, warga dari suku Nias di camp PT Buala yang berjarak 1 Km dari lokasi itu, dituduh sebagai pelaku.
Atas kejadian itu, sekitar pukul 08.30 wib sekelompok orang dari suku Sambas mendatangi camp suku Nias membawa sinso dan bensin untuk membakar camp Nias itu. Namun, warga suku Nias malah melawan dan suku Sambas akhirnya mundur.
Dua jam kemudian, sekitar pukul 10.30 wib, Satpam PT SRL dan petugas BKO dari Polres Inhil Bripda Saibi membawa 2 orang perwakilan karyawan PT SAl yang kehilangan barang ke camp suku Nias, yakni Puad (35) dan Hendra Suryadi (22).
Maksud hati untuk bertanya siapa pelaku pencurian, warga suku Nias yang berjumlah 15 orang itu malah langsung memukul Puad dan Hendra. Mencegah ribut, Bribda Saibi langsung melakukan tembakan ke udara agar kedua belah pihak menahan diri. Atas kejadian itu, warga suku Sambas itu melapor ke teman yang lain.
Tak senang temannya dipukul oleh suku Nias, sekitar pukul 14.00 Wib, warga suku Sambas mendatangi camp suku nias dengan massa yang tak sedikit sekitar 100 orang. Ternyata, kedatangan mereka sudah ditunggu warga suku Nias.
Saat itu, sedikitnya 20 orang personil Polsek Kempas tiba di lokasi untuk mengamankan dan menghalangi agar tak terjadi perkelahian antar kedua suku.
Sayang, aksi pelemparan kayu dari kedua belah pihak tak terelakkan. Korban luka dari kedua pihak jatuh dan langsung dilarikan ke klinik PT SRL.
"Dari pihak Nias 2 orang yang mengalami luka-luka dan 9 orang dari suku Sambas terluka akibat lemparan kayu dan benda tajam," ujar Suwoyo.
Hingga saat ini, anggota Polsek Kempas terus melakukan pengamanan di lokasi untuk menghindari perkelahian terulang. [red]

