Dikenal Dermawan, Harta Benda Maaruf Digasak

Jagoan silat 75 tahun di Pelalawan tewas dibunuh perampok

Jagoan silat 75 tahun di Pelalawan tewas dibunuh perampok

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pelalawan - Haji Maaruf, seorang juragan getah karet tewas ditangan perampok, Jumat (03/04/15) dini hari. Ia tewas saat melawan perampok yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang itu.

Meski dikenal sebagai ahli bela diri silat, Maaruf yang berusia 75 tahun itu tak kuasa dikeroyok oleh para pelaku di rumahnya di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 40 Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan.

Tak ayal, para perampok yang beraksi sekitar pukul 03.00 wib tadi, menguras harta benda Maaruf termasuk mobil yang sempat dibawa tersebut, setelah korban tumbang.

"Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan ini," ujar Kapolres Pelalawan, AKBP Ade Johan Sinaga.

Informasi yang dirangkum, pada pagi itu, Maaruf dan Istrinya, Ainun (39), sedang tidur. Tiba-tiba, lampu dirumahnya padam.

"Saat lampu padam, korban yang masih berada di kamar langsung di sergap oleh pelaku yang diperkirakan 3 sampai orang," ungkap Paur Humas Polres Pelalawan, IPDA M Sijabat.‬

Kemudian, Maaruf dan Ainun diikat oleh pelaku. Saat itu, Maaruf melawan sehingga pelaku memukulnya di bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia. "Sedangkan istri korban diikat dan disekap," jelas Sijabat.

Ditambahkan Sijabat, selain membawa kabur tas yang berisi uang, kawanan perampok juga berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan milik korban.‬

‪"Selain uang, cincin, kalung dan anting emas milik istri korban yang diperkirakan total emasnya seharga Rp 4.200.000 turut dibawa kabur pelaku. Atas kejadian ini istri korban melapor ke Polsek Pangkalan Lesung," katanya.

Sebelum kejadian ini, Maaruf ternyata juga pernah menjadi sasaran pelaku perampokan dua kali. Sehingga korban pindah rumah berharap aman dari para perampok itu.

"Almarhum Maaruf ini, sudah dua kali sebelumnya menderita kemalingan, dan peristiwa perampokan malam tadi merupakan, yang ketiga kalinya, kalau dihitung sekitar ratusan juta kerugiannya," ujar Ketua Pemuda Kelurahan Pangkalan Lesung, Abdul Nasib.

Abdul menceritakan, kejadian pertama kali dialami Maaruf beberapa tahun yang lalu. Maaruf menderita kemalingan sewaktu tinggal dirumahnya yang lama. Pada peristiwa pertama itu, Ia menderita kerugian sebanyak Rp 25 juta.

Setelah peristiwa yang pertama, Maaruf pun pindah rumah ke Jalan Lintas Timur kilometer 40, perbatasan Kelurahan Pangkalan Lesung dan Kecamatan Ukui.

Setelah pindah, Ia berharap dapat hidup tenang. Tapi, malah kembali menjadi korban pencurian, beberapa maling masuk ke rumahnya tanpa diketahui oleh siapapun, hingga uang puluhan juta miliknya hilang tanpa diketahui siapa pelakunya.

Menurut Abdul, almarhum Maaruf termasuk tokoh masyarakat yang disegani di kampungnya. Selain dikenal dermawan, Ia juga berjiwa sosial dan kerap membantu warga yang berkeluh kesah kepadanya.

"Beliau (Maaruf) merupakan kepala lingkungan disini, dia juga memiliki ilmu silat, namun takdir berkata lain, semoga Almarhum mendapat tempat yang baik di Syurga," kata Abdul Nasib.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai juragan getah karet, Almarhum Maaruf lebih mempercayakan manajemen keuangannya kepada anak buahnya ketimbang pada keluarganya.

"Tadi saya dapat informasi, untuk urusan uang korban sangat tertutup dengan istri, korban cendrung mempercayai kepada anggotanya," kata dia.

"Di daerah kami ini sudah tiga kali aksi pembunuhan. Ada dua kasus sebelumnya yang belum terungkap oleh pihak kepolisian. Kami berharap kasus yang ketiga supaya cepat terungkap oleh polisi," imbuh Abdul Nasib. [Pan]

Tags :# hukum