Penangkapan Narkoba Terbesar di Riau

Narkoba kian marak, Kapolda Riau tantang wartawan gelar tes urine

Narkoba kian marak, Kapolda Riau tantang wartawan gelar tes urine

Wartawan Foto Selfie dengan Dir Narkoba Kombes Pol Hermansyah dan Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan saat ekspos Penangkapan Sabu 46,5 kilogram di Riau | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Usai ekspos penangkapan narkoba jenis sabu seberat 46,5 kilogram senilai Rp180 Milyar dan 1.100 butir pil ekstasi senilai Rp310 Juta di Markas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba), Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan sempat berkelakar soal pemberantasan narkoba.

Kepada sejumlah jurnalis yang meliput ekspos penangkapan, Kamis (02/04/15) sekitar pukul 17.00 Wib, Dolly menyentil apakah wartawan bersedia digelar tes urine. [Baca : Polda Riau gagalkan 46,5 Kg Sabu senilai Rp180 Milyar dari Malaysia]

"Maunya wartawan tes urine juga. Gimana? Sepakat? Biar diatur pak Dir (Kombes Pol Hermansyah)," sentil Dolly di hadapan jurnalis peliput sambil tertawa.

Spontan, gurauan Kapolda ditanggapi seorang wartawan. "Boleh Pak. Tapi tanggal 15 April nanti," katanya sambil tertawa.

"Wah.. Jangan... Disitu (15 April) sudah bersih badannya. Minggu depan aja, gimana?," tantang Dolly, disambut tawa sejumlah awak media dan pejabat Polda.

Candaan ini juga disambut oleh Tomy, kontributor TV Nasional. "Kalau seluruh pejabat Polda tes urine, kita juga ikut," kata Tomy menjawab tantangan Kapolda tersenyum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 46,5 kilogram yang diduga merupakan sindikat jaringan perdagangan Internasional.

Selain itu, tim Ditresnarkoba Polda Riau turut mengamankan sebanyak 1.100 pil ekstasi yang dijual dengan secara paket 200 butir kesejumlah pengecer di Pekanbaru. [Baca : Pengedar 1.100 pil ekstasi "Donal Bebek" di Pekanbaru ditangkap]

Atas penangkapan itu, Dolly menyakini bahwa wilayah Riau merupakan daerah transit potensial bagi masuknya barang haram ke Indonesia apalagi Pulau Sumatera.

Penangkapan ini, menurut Dolly, adalah penangkapan terbesar di wilayah hukum Polda Riau. Ia menyebutkan sejumlah wilayah di Riau kerap dijadikan lokasi transit peredaran narkoba melalui pelabuhan tak resmi alias jalur tikus antara lain Dumai, Rohil dan Bengkalis,

"Ini penangkapan terbesar di Riau. Kita yakin bahwa wilayah Riau menjadi daerah transit dan pintu masuk peredaran barang-barang ini, saya himbau kepada seluruh masyarakat bersinergi dengan Polri, guna memberantas peredaran narkoba," pinta Dolly, dalam jumpa pers.

Terkait penangkapan ini, Polda Riau masih melakukan penyelidikan setiap hari. Bila perlu, kata Dolly, diterapkan hukuman mati. "Kalau memang perlu, kenapa tidak," tegasnya. [roy]

Tags :# hukum