Diintimidasi polisi saat ditangkap, Siswa SD trauma tak mau sekolah

Diintimidasi polisi saat ditangkap, Siswa SD trauma tak mau sekolah

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - SY (15) putra dari Neliati, salah satu bocah yang ditangkap anggota Polsek Pangkalan Kerinci yang diduga mendapat perlakuan intimidasi beberapa waktu lalu mengalami trauma dan takut bersekolah.

Siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) 012 Pangkalan Kerinci ini, harus dibujuk agar mau mengikuti proses belajar mengajar, lantaran akan memasuki masa ujian.

Pasca diamankan dan diduga mengalami tindakan tak pantas oknum kepolisian, ternyata meninggalkan bekas dan trauma terhadap SY. Setelah dibebaskan Kamis (19/03/15) lalu, SY mengurung diri di dalam kamar dan enggan keluar rumah bahkan bersekolah.

"Tak mau dia keluar, di dalam kamar saja mengurung diri. Susah kami bujuk dia supaya mau sekolah tapi tetap tak mau," kata ibunda SY, Neliati, Rabu (25/03/15).

Neliati merasa khawatir akan ketinggalan mata pelajaran, apalagi akan memasuki masa ujian. Neliati mendatangi sekolah anaknya untuk meminta bantuan kepada guru agar mau membujuk anak kesayangannya untuk kembali sekolah.

"Kami minta tolong sama wali murid kelas 6 A, namanya pak Edi. Jadi bapak itu datang ke rumah dan membujuk anak kami," kata Neliati.

Setelah dibujuk dan diberi pemahaman, akhirnya SY kembali beraktifitas dan masuk kelas sejak Senin (23/03/15) kemarin. "Untung saja setelah dibujuk wali kelasnya, anak saya mau kembali sekolah," ujarnya.

Soal pembebasan SY dari sel tahanan Polsek Pangkalan Kerinci, Neliati mengaku hal itu setelah dikoordinasikan dengan keluarganya. Ia dan suaminya telah dipanggil oleh Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Rajib untuk membahas masalah itu.

"Sudah dipanggil, untuk minta keterangan. Pak Kapolsek juga sudah bertemu kami meminta maaf jika ada kesalahan dari anggota nya. Baik bapak itu, enggak ada marah," tandasnya. [Pan]

Tags :# hukum