Minta Mahasiswa non Bengkalis Hormati Organisasi‬
PMKB Pekanbaru kesal, pendemo Herliyan bukan warga Bengkalis

Demo GEMA Bengkalis di depan Kantor Kejati Riau | Beritariau.com 2015‬
Beritariau.com, Pekanbaru - Aksi unjuk rasa untuk menuntut pencopotan Kejari Bengkalis Mukhlis dan menangkap Bupati Bengkalis Herlian Saleh yang dilakukan Gerakan Mahasiswa (GEMA) Bengkalis, di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (19/03/15) siang, mendapat kritikan dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Bengkalis (IPMKB).‬
‪Ketua Umum IPMKB, Panca Dharma kecewa terhadap campur tangan beberapa oknum mahasiswa yang ikut namun bukan penduduk Kabupaten Bengkalis.‬ [Baca : Mahasiswa Bengkalis: Harga mati, Herliyan Saleh harus ditangkap!]
‪Menurutnya, kasus hukum PT BLJ jangan dipolitisir karena sudah masuk ranah hukum, biarkanlah aparatur hukum yang bekerja.‬
‪"Masalah kasus korupsi PT BLJ itu sudah masuk ranah hukum. Kita percayakan saja kepada penegak hukum. Jangan dipolitisir lah," kata Panca kepada Beritariau.com, Kamis (19/03/15).‬
‪"Untuk kawan-kawan yang bukan dari Kabupaten Bengkalis agar tertib organisasi lah. Saya dapat informasi bahwa Presiden Mahasiswa UIR, Fiqra, ikut turun aksi siang hari tadi," ujarnya lagi.‬
‪Ketua Umum IPMKB Pekanbaru ini ngaku tak masalah dengan demonstrasi karena itu adalah kebebasan berdemokrasi. Tapi, sebagai organisasi tempat berhimpunnya pelajar dan mahasiswa Bengkalis di kota Pekanbaru, Ia sangat menyangkan jika kampung halamannya dicampuri oleh orang yang bukan dari Bengkalis.‬
‪"Tidak hanya Fiqra, saya tahu siapa saja yang bukan dari Bengkalis yang ikut demo itu. Urus saja kampung halaman masing-masing dan tertib berorganisasi," ujarnya ketus.‬
‪Terakhir, Ia juga mengajak para mahasiwa yang berasal dari kabupaten Bengkalis untuk bersatu membangun kampung halaman.
"Jangan mudah terhasut dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Masalah hukum, dikatakannya sekali lagi diserahkan kepada aparat penegak hukum," pungkasnya. [mar]‬

