2 hari keliling, BKSDA Riau yakin Beruang di Rohul lari ke Hutan

2 hari keliling, BKSDA Riau yakin Beruang di Rohul lari ke Hutan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Rohul - Petugas Badan Konervasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau telah menghentikan proses pencarian jejak 5 ekor beruang madu bermoncong putih di Desa Menaming, Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Petugas yakin, kawanan beruang itu udah kembali ke habitatnya.

Kawanan beruang madu berbulu lebat yang sempat meresahkan warga Menaming, telah diusir ke habitatnya di kawasan Bukit Barisan. Saat penyisiran selama dua hari di kebun sawit dan kebun karet warga, termasuk di pinggiran hutan, petugas BKSDA Riau dibantu warga Menaming.

Kabid Pengamanan dan Perlindungan Hutan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Rohul, M Yusuf Hasibuan, mengakui 4 petugas dari BKSDA Riau sudah pulang ke Pekanbaru.

"Bisa dikatakan pengusiran dan penggiringan ke habitatnya ke arah bukit (Bukit Barisan). Masyarakat (Menaming) juga ikut dalam pengusiran selama dua tersebut," kata Kabid Pengamanan dan Perlindungan Hutan dari Dishutbun Rohul, M Yusuf Hasibuan, Senin (16/03/15).

Yusuf menerangkan kalau kawanan beruang madu datang lagi ke Desa Menaming, maka Dishutbun Rohul akan memanggil petugas BKSDA Riau kembali.

"Sampai hari ini belum ada informasi dari warga, bahwa ada beruang madu masuk ke desa Menaming lagi," ujarnya.

Saat mencari keberadaan kawanan beruang madu, Jumat (13/03/15) lalu, petugas BKSDA Riau dan warga Menaming sempat menemukan seekor beruang madu. Namun, karena posisinya berada di semak belukar, petugas tidak bisa melepaskan peluru bius.

"Kalau dibunuh menggunakan senjata api bisa, tapi itu menyalahi aturan. Satu beruang lolos karena saat itu posisinya berada di semak-semak, sehingga tidak bisa ditembak bius oleh petugas," jelasnya.

Yusuf memperkirakan kawanan beruang turun dari kawasan Bukit Barisan ke perkampungan karena satwa liar ini tidak lagi menemukan makanan di habitatnya. Satwa ini masuk kampung karena banyak yang bisa dimakannya, seperti air nira, anai-anai (rayap), kelapa, umbut kelapa sawit, dan buah kelapa sawit yang sudah masak.

Dia menambahkan, bahwa fenomena beruang masuk kampung sepertinya sedang musimnya. Pasalnya, kawanan beruang masuk kampung juga terjadi di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu baru-baru ini.

Sementara itu, Kepala Desa Menaming Firdaus Daulay mengakui dua hari terakhir ini, pasca petugas BKSDA Riau dibantu warga menghentikan proses pencarian, suara beruang tidak lagi didengar oleh warga. [cp]