Identitas Korban diketahui dari Tato di lengan
Sadis! 17 kali ditikam, Buruh di Rohil membusuk dalam karung
Jasad AS (23), warga di perumahan PKS Kebun Sei Meranti Desa Meranti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah di lokasi penemuan | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohil - Warga di sekitar KM 5 Desa Bahtera Makmur / Bagan Batu, kecamatan Bagan Sinembah, Jumat (13/03/15) sore, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang belakangan diketahui adalah buruh bangunan.
Saat ditemukan, setengah tubuh mayat pria itu berada dalam karung dengan posisi tangan dan kaki diikat kawat.
Berdasarkan pantauan Beritariau.com di lokasi kejadian dan Puskesmas hingga di Mapolsek Bagan Sinembah sejak penemuan kemarin hingga Sabtu (14/03/14) siang diketahui, pada saat ditemukan, kondisi korban sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap yang sangat menyengat.
Saat ditemukan, mayat berada dalam kondisi terlentang, kaki sebatas lutut masuk kedalam lubang dan terikat kawat. Selain itu, bagian tubuh mulai dari dada hingga kepala dimasukkan kedalam karung dan ditutup dengan menggunakan papan triplex warna putih.
Dari informasi yang dirangkum, mayat ini pertama kali ditemukan oleh Ratna, salah seorang warga yang mencium adanya bau bangkai. Penasaran, Ratna pun mencari langsung sumber bau tersebut.
Pencarian Ratna berhenti di lokasi yang terdapat sebuah bungkusan karung yang jadi sumber aroma busuk . Semula, Ratna menduga, bungkusan itu berisi bangkai binatang. Namun, ketika dilihat semakin dekat, ada sepasang kaki manusia.
Ratna akhirnya menceritakan kepada warga. Lalu, warga pun ramai-ramai datang ke lokasi. Tak lama kemudian, petugas kepolisian turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.
Saat itu, petugas menemukan dan mengamankan 1 unit sepeda motor jenis Honda Beat warna Hitam lis merah yang terletak tidak jauh dari mayat korban. Selanjutnya, mayat korban langsung dibawa ke Puskesmas Bagan Batu guna dilakukan visum et revertum oleh tim medis.
Dari visum, diketahui bahwa penyebab kematian korban ini akibat mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh, diantaranya, di dada sebelah kanan, perut dan luka sayat di bagian leher.
"Ada 17 tusukan dan satu sayatan di leher," terang Dokter Puskesmas Bagan Batu, dr Josafat kepada Beritariau.com usai melakukan visum.
Untuk menyelidiki identitas korban, penyidik hanya memiliki petunjuk dari Tato pada lengan korban. Untuk memastikan, petugas pun mencari dan membawa orang tua korban ke Puskesmas agar ikut memeriksa mayat tersebut.
Awalnya, keluarga tak dapat mengenali korban. Namun, setelah memeriksa dengan cermat, akhirnya dipastikan bahwa jasad tersebut memang benar anggota keluarganya melalui tanda tato yang ada di lengan tangan sebelah kiri.
Misteri identitas korban pun terungkap. Pria itu diketahui bernama AS (23), warga di perumahan Pabrik Kelapa Awit (PKS) Kebun Sei Meranti Desa Meranti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah. Ia sehari-hari bekerja sebagai buruh bongkar muat barang.
Jasad AS (23), warga di perumahan PKS Kebun Sei Meranti Desa Meranti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah saat di Puskesmas Bagan Batu
"Iya ini anak saya, seminggu yang lalu dia bilang kalau tato itu nanti sebagai tanda agar saya mudah mengenalinya. Saya sempat marahin dia, dan ternyata ini yang terjadi," lirih ibu AS, sambil melihat tubuh kaku anaknya.
Korban kemudian dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan, Sabtu (14/03/15)
Atas terungkapnya identitas itu, petugas pun langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
"Ya sejauh ini kita masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut," jelas Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Dody Harza Kusumah SH Sik.
Ia meminta kepada keluarga dan warga agar mempercayakan seutuhnya ke pihaknya dalam mengungkap kasus itu, "Beri kami kepercayaan penuh dan doanya, secepatnya kita akan ungkap," ujar Kompol Dody. [bim]

