Latih Pemimpin berideologi Islam, HMI MPO Latih Kader di Inhu

Latih Pemimpin berideologi Islam, HMI MPO Latih Kader di Inhu

Pengurus Besar (PB) HMI Muhammad Rafi saat sambutan dalam Latihan Kader HMI di Indragiri Hulu | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Inhu - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) kembali menggelar basic training atau Latihan Kader tingkat 1 (LK1) di Wisma Happy Pematang Reba, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) selama tiga hari, 11 hingga 13 Maret 2015.

"LK tersebut bertujuan mempersiapkan cabang HMI-MPO yang akan dibuka di Kabupaten Indragiri Hulu. Tim pemateri LK didatangkan dari Pekanbaru," Ketua Panitia LK1, Fatma Kumala, Kamis (12/003/15).

Dikatakannya, sasaran peserta Latihan Kader yaitu para mahasiswa sekolah-sekolah tinggi yang ada di Inhu seperti STIE, STTI, STAI, STIA dan STIKIP.

"Saya berharap dengan latihan kader ini, mahasiswa Inhu memahami betul fungsi mahasiswa secara optimal. Karena sejalan dengan tema yang kita buat yaitu re-formulasi pemikiran mahasiswa menjadi pemimpin yang berideologi Islam," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pekanbaru periode 2013-2014 (demisioner) Ganjar Setiawan yang juga merupakan mahasiswa asal Inhu, sangat antusias dengan diadakannya kegiatan ini.

"Kita sangat sambut baik kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat antusias diikuti oleh mahasiswa yang juga ada di Inhu," ungkap Ganjar.

Kegiatan basic training ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudsata) Kabupaten Inhu, Armansyah. Acara tersebut juga dihadiri Pengurus Besar (PB) HMI Muhammad Rafi dan Badko Sumatera Raya Mizan Mustofa.

Dalam sambutannya, Muhammad Rafi mengawali dengan pesan dari kitap suci Al-Quran.

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu (QS Al-Hujuraat : 13)," papar Rafi.

Dijelaskannya, HMI MPO berhimpun dari setiap suku maupun kelompok agar selalu menjadi kader HMI yang taat khitoh perjuangan yang sudah termaktum dalam Konstitusi.

"PB HMI mengucapkan Terimakasi kepada teman2 BADKO Sumatera yang telah melakukan pembukaan cabang persiapan Inhu dan Batra LK1, pesan kami kepada teman2 Badko Sumatera dan persiapan HMI MPO Inhu," kata Ketua Komisi Kajian dan Kebijakan Strategis PB HMI MPO.

Menurutnya, peningkatan Kualitas Pengkaderan HMI di masa datang harus benar-benar berkualitas. Dalam bahasa yang cukup menggugah, yakni “Mengembangkan Perkaderan dan Membangun Peradaban umat”.

"Kualitas perkaderan itu ditentukan oleh kemampuan kita untuk menjauhkan diri dari egoisme sukjektifitas perkaderan. Karena  perkaderan egoisme akan menggiring dinamika perkaderan HMI menjadi tak baik. Bagi HMI, sekedar pertrainingan adalah reduksi yang sangat berbahaya bagi totalitas perkaderan HMI yang sesungguhnya," ungkapnya.

Diterangkannya, Pengkaderan Formal penting sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan struktural yang bersifat formal, serta kerangka-kerangka dasar yang harus dikembangkan lebih lanjut. Sementara perkaderan non-formal dan informal adalah medan yang lebih luas untuk proses penempaan kualitas kader-kader.

"Intelektualitas, profesionalitas, loyalitas, religiusitas dan integritas para kader diasah lebih tajam dalam pengkaderan yang non-formal dan informal, seperti up-grading, follow up, diskusi, seminar, pelatihan dan sebagainya," tambahnya.