Sepasang Beruang di Pelalawan masuk perangkap di kebun sawit

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pelalawan - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau memasang perangkap, alhasil dua beruang terjebak didalamnya. Pasalnya, satwa liar itu kerap berkeliaran didalam areal perusahaan kelapa sawit PT Langgam Inti Hibrindo di Kabupaten Pelalawan.
Sepasang beruang jantan dan betina dewasa tersebut, terperangkap dalam kondisi hidup.
"Awalnya, pihak perusahaan melaporkan pada Februari lalu bahwa ada lima ekor beruang yang berkeliaran di dalam perkebunan sawit PT Langgam Inti Hibrindo," ujar Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Jhony Lagawurin, Senin (09/03/15).
Menurut Jhony, kehadiran kawanan beruang itu sempat membuat pekerja perkebunan sawit tersebut, karena dianggap menakut-nakuti dan mengejar pekerja yang tengah memanen buah kelapa sawit, beruntung tidak ada korban dari beruang tersebut.
"Dari hasil survey petugas, juga mendapatkan banyak jejak kaki beruang di sekitar itu, dan ditengarai merupakan kelompok jenis beruang api yang sifatnya lebih ganas daripada beruang madu," kata dia.
Dalam menindaklanjuti laporan itu, BKSDA memutuskan memasang perangkap disana. Sebulan berjalan, tak satu ekor pun beruang masuk perangkap.
"Namun akhirnya pada pagi tadi sekitar pukul 09.00 Wib, dapat laporan dari pihak perusahaan bahwa ada dua ekor beruang yang masuk perangkap," ujar Jhony.
Sepasang beruang tersebut masuk perangkap yang berbentuk kandang dari besi berukuran sekira 2 x 3 meter dan tinggi 1,5 meter. Pintu perangkap dihubungkan dengan tali yang salah satu ujungnya dikaitkan ke umpan.
"Berbagai macam umpan makanan, kami juga memasukan madu dan minyak goreng bekas yang sangat disukai oleh beruang. Jadi ketika beruang itu memakan umpan, secara otomatis pintu perangkap tertutup," jelasnya.
Petugas BKSDA mendatangkan dua kandang transit untuk merelokasi beruang tersebut. Rencananya, beruang itu akan dilepasliarkan di Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling.
"Akan dibawa ke Rimbang Baling karena menilai kondisi hutannya masih bagus dan disana adalah habitat dari beruang madu," ujarnya.
Namun, BKSDA akan kembali memasang perangkap di areal perusahaan sawit tersebut karena dari laporan awal, ada lima ekor beruang yang berkeliaran.
Beruang ini terpaksa berkeliaran di kebun sawit karena hutan habitatnya di Pelalawan makin menipis setelah berganti rupa menjadi permukiman, kebun sawit, dan hutan tanaman industri.
Bahkan, Beruang tersebut terjebak di habitat hutan yang makin mengecil dan konsesi hutan tanaman industri (HTI) milik perusahaan yang berbatasan dengan areal sawit PT Langgam Inti Hibrindo.
Kehidupan mereka makin terancam saat perusahaan mulai memanen tanaman akasia di HTI sehingga terpaksa eksodus ke kebun sawit.
"Kemungkinan mereka keluar karena hutan tempat tinggal mereka sudah terbuka, dan secara kebetulan tempat terdekat adalah kebun sawit PT Langgam," ujarnya. [Pan]

