Ngamuk, beruang dibunuh warga, kuku dan taringnya hilang

Bangkai Beruang Madu yang dibunuh warga diangkut ke Mapolsek Rambah | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohul - Seekor beruang madu yang memasuki pemukiman warga Desa Menaming Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (9/3/2015) pagi, mati dibunuh. Sedangkan seekor lagi berhasil kabur.
Usai membunuh beruang itu, warga melapor ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul. Selanjutnya, beruang itui dibawa ke Mapolsek Rambah sekitar pukul 09.00 Wib.
Kapolsek Rambah AKP Chaidir Amir membenarkan kematian beruang itu akibat benda keras, seperti kayu dan tombak. Dari indentifikasi polisi, diketahui taring dan kuku di kedua tangan beruang hilang.
Berdasarkan laporan warga melalui Kades Menaming Firdaus, ada dua ekor beruang madu yang mengamuk saat itu. Karena membahayakan, kehadiran beruang dilaporkan ke Polsek Rambah.
"Ternyata setibanya anggota polisi disana, beruang itu sudah mati dibunuh warga, sementara satu lagi lolos," kata AKP Chaidir. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Rohul.
"Sebelumnya, beruang ini juga pernah mengamuk di Desa Sialang Jaya. Kita sudah pernah melaporkan ke BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam)," jelasnya.
Ditanya soal fisik beruang madu yang tak utuh, karena taring dan kuku di kedua tangannya hilang, Chaidir berjanji akan menyelidik masalah itu. Pasalnya, hal itu telah melanggar Undang-Undang tentang satwa yang dilindungi negara.
Sementara itu, Kasi Kebakaran Hutan dan Pengendalian Satwa Liar dari Dishutbun Rohul Denny mengatakan, beruang madu itu dibunuh secara tak sengaja. Karena ada konflik dengan masyarakat, beruang dibunuh secara beramai-ramai.
"Dia mengamuk di Menaming sejak tadi malam. Beruang ini masuk ke ladang dan pemukiman warga," kata Denny di Mapolsek Rambah, Senin, (09/03/15).
Sebagai tindaklanjut, diakui Denny, Dishutbun Rohul akan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas kematian beruang bermoncong putih tersebut.
"Selanjutkanya, kita akan berkoordinasi dengan Kades, bagaimana kronologisnya, dan kita surati pihak BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam)," jelas Denny dan mengakui akan menyurati pihak BKSDA Riau.
Diduga, beruang madu mati ini merupakan beruang sama yang masuk kawasan pemukiman warga di Pesagang Desa Sukamaju, Kampung Baru Desa Koto Tinggi, Desa Sialang Jaya, dan terakhir di Desa Menaming. [cp]

