Rapat Siaga Darurat soal Karhutla di Posko Asap, BPBD cuek

Rapat Siaga Darurat soal Karhutla di Posko Asap, BPBD cuek

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Tampaknya status Siaga Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau tidak membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau bergerak untuk melakukan upaya pemadaman.

Pasalnya, saat rapat rutin di posko asap Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, tak satupun tampak anggota dari BPBD tersebut. Hal ini membuat pihak yang hadir merasa kecewa dan tidak tahu mau berbuat apa.

BPBD sebagai leading sektor pada penanggulangan bencana daerah di Riau bisa memaparkan aksi penanggulangan setiap harinya, namun hal itu justru tak terjadi, lantaran tak seorangpun perwakilan BPBD yang hadir.

Kadis Ops Lanud Roesmin Nurjadin yang sekaligus menjadi koordinator Satgas Udara, Letnan Kolonel (Pnb) M Yani pun mengaku bingung dengan kondisi seperti ini.

"BPBD tidak ada ditempat, sehingga kita tidak tahu dan tidak bisa memastikan apa rencana hari ini, kelihatannya mungkin mereka sibuk sampai tak bisa datang pada rapat kegiatan," kata M Yani, Senin (2/3) di Posko Asap Lanud Roesmin Nurjadin.

Pantauan di posko, rapat pembahasan karhutla terlihat sepi dan hanya dihadiri oleh Satgas Udara dari TNI-AU, Satgas Gakkum (Polda Riau), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan dari Badan Pengkajian Penerapan Tekhnologi (BPPT).

Selain itu, ketidak seriusan BPBD juga terlihat dari simpang siurnya kedatangan pesawat tekhnologi modifikasi cuaca (TMC), yang harusnya direncanakan tiba di Pekanbaru pagi ini, ternyata mengalami keterlambatan.

"Masih simpang siur, infonya datang pagi ini, tapi setelah kita koordinasikan, Cassa 212 masih di Palembang untuk engine start. Mungkin akan sedikit terlambat," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan Badan Pengkajian Penerapan Tekhnologi, F Heru Widodo, di posko siaga.