BMKG pantau 45 hotspot dan 13 titik api di Riau

BMKG pantau 45 hotspot dan 13 titik api di Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Dari hasil pendeteksian satelit Terra dan Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, terpantau 45 titik panas (hotspot) di Riau. 13 titik diantaranya merupakan titik api atau firespot.

Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin (15/2) mengatakan 45 titik panas tersebut, merupakan angka tertinggi jumlah hotspot yang terjadi dari awal tahun 2015 sampai saat ini di Riau. Sementara di pulau Sumatera ada 63 titik panas.

"Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi dengan masing-masing 1 titik panas, Kabupaten Rokan Hilir 2 titik panas, kabupaten Siak 5 titik panas, dan Kepulauan Meranti terpantau 6 titik panas," ujarnya.

Menurut Sugarin, yang cukup banyak dan perlu menjadi perhatian yaitu di kabupaten Pelalawan, terpantau sebanyak 12 titik panas, dan kabupaten Bengkalis sebanyak 18 titik panas.

Sementara itu, dari 45 titik panas tersebut, ada 13 titik api yang tersebar di beberapa kabupaten di Riau.

"Kepulauan Meranti, kabupaten Rohil dan kabupaten Siak dengan masing-masing 1 titik api, sedangkan di kabupaten Pelalawan dan Bengkalis masing-masing terpantau 5 titik api," jelas Sugarin.

Masih menurut Sugarin, meski adanya peningkatan titik panas, namun tidak menimbulkan kabut asap, sehingga jarak pandang pengendara tidak terganggu. "Dan untuk kualitas udara dari alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat 29.7 PSI, ini masuk kategori baik," ujarnya.

Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Riau khususnya di kabupaten Bengkalis, disebabkan karena daerah tersebut sudah tidak turun hujan dalam waktu yang sangat panjang.

"Di Riau, Bengkalis menjadi kawasan yang tidak turun hujan paling lama dari yang pernah ada," pungkas Sugarin.