Kebakaran lahan meluas, BMKG Deteksi 55 titik api di Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Meski sudah dilakukan upaya pemadaman dengan melakukan hujan buatan dengan 3 ton garam, kebakaran hutan dan lahan di Riau semakin meluas. Sebab, Satelit Terra dan Aqua dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Rabu (04/03/15) pagi mendeteksi 86 titik panas, dan 55 titik api di Riau.
Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin mengatakan, 86 titik panas itu tersebar di 9 daerah, diantaranya, kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 1 titik panas, Rokan Hulu (Rohul) 2 titik panas, Kampar 2 titik panas, Rokan Hilir (Rohil) 6 titik panas dan Kotamadya Dumai 3 titik panas.
"Sementara kabupaten Siak terdeteksi 8 titik panas, kabupaten Pelalawan 12 titik panas, kabupaten Kepulauan Meranti 16 titik panas, dan terbanyak di kabupaten Bengkalis dengan 36 titik panas," ujar Sugarin.
Selain titik panas, terdeteksi pula peningkatan titik api. Ada sekitar 55 titik api yang terdapat di sembilan daerah, kabupaten Inhil satu titik api, Kampar dua titik api, Dumai dua titik api, Rohul dua titik api, Siak tiga titik api, Pelalawan empat titik api, Rohil empat titik api, Kepulauan Meranti 13 titik api, dan tertinggi di Bengkalis dengan 24 titik api.
"Titik api ini dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. Sementara untuk titik panas keseluruhan di Sumatera, ada sekitar 96 titik, dimana 86 diantaranya terdapat di Riau," jelas Sugarin.
Sementara untuk jarak pandang (Visibility), kota Pekanbaru berjarak sekitar lima kilometer (haze), Dumai enam kilometer, Pelalawan empat kilometer (haze), dan Rengat empat kilometer (haze). [Pan]

