Dialog Bupati Rohul dengan LSM, ORMAS dan OKP dinilai sia-sia

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohul - Dialog antara Bupati Rokan Hulu (Rohul) Achmad dengan 67 organisasi yakni Organisasi Masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Organisasi Kepemudaan (OKP), Senin (09/03/15), yang berakhir tanpa solusi dinilai sia-sia.
Sejumlah LSM menilai, acara silaturahmi yang diprakarsai oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Rohul di aula lantai III Kantor Bupati Rohul merupakan acara tanpa solusi. Sesuai undangan, dialog ini diikuti 67 organisasi masing-masing 43 Ormas, 13 LSM, dan 11 OKP.
Menurut DPC LSM Pemantau Kinerja Aparat Negara (PENJARA) Kabupaten Rohul, Buaminto Rangkuti, tujuan dari Pertemuan dengan dialog dengan Bupati Rohul untuk lebih baik. Namun, karena tidak adanya dialog khusus dengan Bupati Rohul mereka merasa kecewa.
"Kalau menurut LSM kami, dialog ini sangat berharga. Tapi saat kami bertemu Pak Bupati hanya arahan. Memang arahan ini berguna, namun karena tidak adanya dialog, kami anggap dialog ini percuma. Padahal sudah lama kami ingin berdialog dengan Bapak Bupati," kata Buaminto usai acara pertemuan.
Hal senada juga dikatakan Ketua DPC Laksar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKIP) Kabupaten Rohul Rian Alfian. Menurutnya, sesuai undangan acara harusnya dilaksanakan pukul 09.00 WIB, namun acara molor dan baru dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.
"Kita merasa dipanggil, undangan dari jam 9 ternyata ditunda. Dari pertemuan ini kami juga tak diberikan tanya jawab," jelas Alfian.
"Kami hanya mendengarkan tentang Undang-Undang Ormas (UU Nomor 17 Tahun 2013), kalau semua itu kami sudah tau. Tidak perlu lagi diuraikan," kecewa Alfian.
Sebelumnya, menjawab beberapa protes dari sejumlah pengurus LSM dan Ormas, Bupati Rohul mengakui pertemuan hari ini bukan terakhir. Dia berjanji akan dialog selanjutnya.
"Kapan dialog lanjutannya pak? Bulan depan atau satu tahun lagi?," celetuk salah satu peserta. Namun, Bupati Achmad mengakui pertemuan hanya sebagai warming up atau pemanasan. Dia jadwalkan ada acara copy morning selanjutnya.
Bupati Achmad mengatakan untuk pertemuan selanjutnya, dialog dengan LSM, OKP dan Ormas akan dibedakan.
Selain itu, soal tak adanya dialog, Bupati Achmad juga mengakui hatinya tak tenang saat mendengar suara Azan, karena telah terpanggil untuk shalat, yang memang saat acara itu bertepatan dengan waktu Shalat Asar.
Pada sambutan di acara Silaturahmi dengan 67 Ormas, LSM dan OKP, Bupati Rohul mengajak seluruh organisasi berpartisipasi dalam membangun daerah, bukan sebaliknya.
LSM di Rohul juga dimintanya mengawasi LSM dari luar daerah yang masuk ke Rohul. Karena, LSM Rohul punya kewenangan, apalagi mereka telah terdaftar di Badan Kesbangpol Rohul.
Selain itu, LSM, OKP, dan Ormas diajak mengetahui tugas pokok dan fungsinya, sesuai UU Ormas Nomor 17 Tahun 2013. Menurutnya, Ormas merupakan mitra pemerintah daerah, dan sudah seharusnya banyak membantu program pembangunan yang sedang dilakukan.
Termasuk ikut mendukung penuh visi Kabupaten Rohul menjadi Kabupaten Terbaik di Provonsi Riau Tahun 2016 akan datang. [cp]

