Duh! Jalan lintas di Kampar rusak parah, Komisi IV sulit ke lokasi
Kondisi Jalan Lintas yang dilalui Komisi IV DPRD Kampar | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Kampar - Buruknya infrastruktur di Kecamatan Koto Kampar Hulu menjadi perhatian serius bagi DPRD Kabupaten Kampar. Selasa (17/03/15) pagi hingga sore, Komisi IV DPRD Kampar melakukan monitoring ke daerah itu. Saat akan berkunjung ke lokasi, perjalanan 3 anggota Komisi IV itu tak berjalan mulus karena kendaraan yang dipergunakan tak bisa melewati jalan di Desa Sibiruang.
Monitoring infrastruktur Komisi IV DPRD Kampar dipimpin langsung oleh Wakil Ketua, Diski, bersama dengan anggota Fahmil dan Kardinal Kasim didampingi Camat Koto Kampar Hulu Ni'am dan Kepala Desa Bandur Picak Tamsil.
Kendaraan mereka terpaksa berhenti karena jenis kendaraan roda empat yang ditunggangi tak memungkinkan melalui medan jalan yang rusak parah. Saat berhenti, mereka bertemu dengan masyarakat lalu dipinjamkan mobil kendaraan double gardan (4WD) agar bisa sampai ke lokasi jalan lintas Provinsi dari Koto Kampar Hulu menuju kabupaten Rohul.
"Dari Bangkinang jam 09 pagi berangkat, silaturrahmi dengan masyarakat dan bertemua Camat Koto Kampar Hulu sembari makan siang. Dari kantor Camat menuju lokasi jalan yang parah di desa Bandur Picak sekitar jarak tempuh mencapai 1-1,5 jam, karena kondisi sangat parah," ungkap Diski melalui sambungan seluler.
Diceritakan Diski, ia bersama rekan-rekan anggota Komisi IV DPRD Kampar hanya bisa mencapai desa Sibiruang karena kendaraan yang digunakan tidak mampu melewati jalan yang rusak parah.
"Kami sampai desa Sibiruang saja dengan kendaraan yang digunakan, lalu kami ganti kendaraan Double Gardan minjam mobil milik warga untuk mencapai lokasi. Tak bisa kendaraan pribadi lain kalau tak mengunakan kendaraan Double Garden," ceritanya.
Jalan yang rusak ini, kata politisi PAN ini, merupakan jalan status lintas Provinsi rusak sangat parah dan berlumpur.
"Hampir 80 persen jalan rusak di desa Bandur Picak merupakan jalan penghubung antara Koto Kampar Hulu dengan beberapa kecamatan di kabupaten Rokan Hulu," sebutnya.
Ia berharap, tahun 2016 nanti, hendaknya pemerintah provinsi Riau harus benar-benar memperhatikan akses jalan provinsi tersebut, karena ini kondisinya sudah sungguh sangat parah sekali untuk dilewati masyarakat.
"Kita minta provinsi harus perhatikan kondisi jalan seperti ini, rusak parah, berlumpur dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat kalau tidak mengunakan Double Gardan," imbuh Diski mengaku masih berada dilokasi.
Jalan tersebut sudah tidak layak lagi untuk dilewati masyarakat, kondisinya lebih parah dari dahulunya. Ada sekitar 8 KM. Tadi kebetulan, kata Diski ada anak-anak sekolah yang jatuh saat melintasi jalan tersebut.
"Kebetulan tadi dapat info ada anak sekolah jatuh. Jalan ini selain digunakan masyarakat, anak sekolah juga harus melewati jalan itu mulai dari anak SMP, MTS di dusun batas," paparnya.
Disebutkan Diski, jalan yang rusak parah di desa Bandur Picak, kecamatan Koto Kampar Hulu ini beberapa puluhan tahun silam pernah di lapen, namun karena daerah ini merupakan perkebunan masyarakat.
"Jalan ini tidak hanya dilewati masyakarat Koto Kampar Hulu saja tapi ada beberapa desa di Rohul juga lewat disini karena jalan ini penghubung Kampar dan Rohul seperti Pengedalian Empat Koto dan Rokan Empat Koto," ucapnya.
Dijelaskannya, saking dekatnya jarak tempuh saat berobat masyarakat dini lebih memilih berobat ke Rohul dari pada ke Kampar karena akses jalan dekat.
"Tahun ini memang ada pembangunan jalan lintas provinsi, namun tidak sampai kelokasi jalan yang rusak parah di desa Bandur Picak," tutupnya. [arif]

