Bawa Kue HUT dan Bentang Spandu

Mahasiswa Demo Lagi! Kasus Dugaan Korupsi UIN 42 di Kejati Riau

Mahasiswa tergabung dari Aliansi Peduli UIN Suska menggelar aksi dan bentang spanduk di depan kantor Kejati Riau.

Beritariau.com, Pekanbaru – Mahasiswa tergabung dari Aliansi Mahasiswa Peduli UIN Suska, meminta kasus dugaan korupsi Rp42 miliar di perguruan tinggi mereka diusut tuntas, di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Jumat (14/1/2022).

Sambil membentangkan spanduk, mahasiswa juga membawa kue selamat ulang tahun. Diatasnya tulisan, "SELAMAT ULANG TAHUN KASUS DUGAAN KORUPSI 42 UIN SUSKA RIAU TAHUN 2019 vs AUDIT INSPEKTORAT PROV RIAU, ADA APA?.

Dalam orasi yang dilakukan M Athila Aditya, selaku Koordinator Lapangan massa aksi, ia dan kawan-kawan meminta jaksa Kejati. Untuk segera menetapkan tersangka dalam perkara yang sudah cukup lama bergulir atas temuan sebelumnya dari tim Intelijen Kejati.

“Kami meminta Kejati Riau menyelesaikan masalah di UIN Suska dan segera menetapkan tersangka dugaan kasus korupsi senilai Rp42 miliar," kata korlap yang diamini rekan-rekannya.

Massa juga meminta Kejati Riau, transparan mengusut kasus tersebut dan menangkap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di UIN Suska yang terlibat, hingga para stakeholder disinyalir turut terlibat.

“Kami beri waktu 1x24!. Agar pihak Kejaksaan segera menindaklanjuti, jika tidak aksi akan kami melanjutkan Kejaksaan Agung (Kejagung), di Jakarta,” tegas M Athila Aditya.

Saat aksi berjalan, Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Tri Joko bersedia menemui massa dan memberikan penjelasan.

Pihaknya, kata Joko, masih mencari bukti-bukti kuat untuk menjerat para tersangka. Karena penanganan kasus ini agak sulit.

Joko mengatakan, dari uang Rp116 miliar anggaran tahun 2019, sebanyak Rp42 miliar dianggap dipergunakan tidak sesuai peruntukkannya.

“Jaksa sudah melakukan pengusutan, mengumpulkan sejumlah dokumen salah satunya kuitansi,” kata Joko.

Kata Joko lagi, sejumlah saksi juga telah dipanggil dan disusul pemanggilan pihak lainnya, yang dianggap mengetahui.

“Kami tidak patah semangat sampai hari ini. Saya saya tetap kerja. Kalau dihitung waktu, kita sudah habis sebenarnya, tapi kita tetap harus bongkar ini. Jangan sampai di sidang nanti, ini hanya administrasi dan mereka bisa membuktikan kalau kegiatan itu ada,” jelas Tri Joko.

Joko menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti mengusut perkara ini dan memastikan perkara akan ditingkatkan jika ditemukan alat bukti cukup.

“Masih melakukan penyelidikan belum penyidikan. Dengan progres masih mencari peristiwa pidana. Tidak ada ya sulit.  Kami meyakini adanya penyimpangan, namun tidak bisa menuduh tanpa alat bukti. Jadi sampai sekarang kita masih mencari dan menggali alat bukti apa yang kuat untuk dinaikkan ke penyidikan,” terang Joko kepada massa aksi.

Dugaan korupsi di UIN Suska ini mulai diusut Kejati Riau sejak tahun 2020 lalu. Setelah adanya pelimpahan atas temuan Tim Intelijen.

Hal ini berawal dari temuan Tim Intelijen adanya indikasi perbuatan melawan hukum dalam perkara dugaan rasuah itu.

Tim Intelijen juga telah melalui proses klarifikasi kepada sejumlah pegawai di perguruan tinggi negeri tersebut, serta temuan dokumen-dokumen terkait.

Pelimpahan perkara pun dilakukan setelah tim Intelijen menyusun laporan hasil penyelidikan.

Sebelumnya, pihak yang telah diklarifikasi ada nama Ahmad Supardi selaku Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) sekaligus Pejabat Perintah Membayar. Gudri selaku Kepala Sekretaris Pengawas Internal (SPI), dan Afrizal Zen selaku Dewan Pengawas. Lalu, Hanifah, selaku mantan Kepala Bagian (Kabag), Suriani, dalam perkara ini dia merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di UIN Suska Riau.

Temuan dalam perkara ini adanya penyimpangan anggaran, berupa temuan belanja tak wajar di UIN Suska Riau. Dengan nilai sebesar Rp42.485.278.171.***