Polda Riau dan Jajaran Gelar 10 Operasi Sepanjang 2021

Polda Riau dan Jajaran Gelar 10 Operasi Sepanjang 2021

Wakapolda Brigjen Tabana Bangun didampingi jajaran menggelar konferensi pers akhir tahun 2021.

Beritariau.com, Pekanbaru - Untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), sepanjang tahun 2021, Polda Riau dan Polres jajaran menggelar 10 Operasi Kepolisian.

Hal ini disampaikan Wakapolda Riau, Brigjen Pol Tabab Bangun, saat memimpin konfrensi pers akhir 2021 di Aula lantai 5 Mapolda Riau, Rabu (29/12/2021) siang.

Dia mengatakan, operasi pertama yang dilaksanakan yakni operasi antik lancang kuning yang digelar sejak tanggal 18 februari hingg 11 maret 2021, terhitung selama 22 hari.

"Untuk mensukseskan operasi ini kami mengerahkan 265 personel Polda Riau dan polres jajaran, dengan sasaran utama ialah peredaran narkoba," jelas Tabana.

Selanjutnya, operasi kedua, jelas Wakapolda, bernama Operasi Bina Kusuma Lancang Kuning, yang digelar dari tanggal 29 Maret hingga tanggal 27 April 2021 lalu. Operasi selama 30 hari ini melibatkan 344 personel Polda Riau dan Polres jajaran.

"Operasi ini sasarannya penanggulangan kejahatan preman dan premanisme," ujar Tabana.

Sedangkan, operasi ketiga yakni Operasi Keselamatan Lancang Kuning yang dimulai dari tanggal 12 hingga tanggal 25 April 2021. Dengan waktu pelaksanaan selama 14 hari yang melibatkan 840 personel Polda Riau dan Polres jajaran.

"Operasi ini tujuannya meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas," terang Tabana.

Selanjutnya, operasi keempat, yakni Operasi Bina Waspada Lancang Kuning yang digelar tanggal 9 Agustus sampai tanggal 7 September 2021 lalu, selama 30 hari. Dengan jumlah 348 personel Polda Riau dan Polres jajaran.

Lanjut Wakapolda, operasi ini bertujuan penanggulangan radikalisme, terorisme, intoleransi beragama dan anti pancasila.

Kemudian, operasi kelima adalah Operasi Patuh Lancang Kuning yang digelar tanggal 20 September hingga 3 Oktober 2021, selama 14 hari. Dengan melibatkan 840 personel Polda Riau dan Polres jajaran.

Perwira bintang satu ini menjelaskan, tujuannya untuk meningkatkan ketertiban lalu lintas dan edukasi protokol kesehatan dimasa pandemi covid-19.

Operasi keenam adalah Zebra Lancang Kuning yang digelar tanggal 15 November sampai tanggal 8 Desember 2021 selama 21 hari. Sebanyak 840 personel Polda Riau dan Polres jajaran dilibatkan untuk meningkatkan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas guna memutus penyebaran covid-19.

Selanjutnya, operasi ketujuh, yakni Operasi Ketupat Lancang Kuning digelar pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 selama 12 hari. Dengan jumlah 1.170 personel Polda riau dan Polres jajaran pengamanan perayaan Iduul Fitri 1442 Hijriah dimasa pandemi covid-19.

Operasi kedelapan, yakni Operasi Aman Nusa I Lancang Kuning dari tanggal 3 Januari sampai tanggal 28 Februari 2021, yang digelar selama 57 hari. Melibatkan 905 personel Polda Riau dan Polres jajaran dalam rangka percepatan dan antisipasi dampak wabah corona virus disease 2019 (covid-19) tahun 2021.

Seterusnya, operasi kesembilan merupakan Operasi Aman Nusa II yang dimulai tanggal 26 Juli hingga Agustus. Dilanjutkan tanggal 3 sampai 9 Agustus 2021 digelar selama 15 hari, melibatkan 367 personel Polda Riau dan Polres jajaran, tujuannya percepatan dan antisipasi dampak wabah corona virus disease 2019 (covid-19) tahun 2021.

Operasi terakhir, yakni Operasi Lilin Lancang Kuning yang digelar tanggal 24 Desember 2021 hingga tanggal 2 Januari 2022 selama 10 hari. Dengan mengerahkan 932 personel Polda Riau dan Polres jajaran.

"Berbagai Operasi Kepolisian yang telah kita laksanakan ini. Dengan harapan dapat mengurangi dan mengantisipasi ganguan kamtibmas," pungkas Tabana.***