Dipertemukan Dengan Pelaku Jambret, Korban : Hukum Seberat-beratnya Pak!
Wakapolda Riau, Brigjen Tabana Bangun, menyerahkan handphone korban yang dirampas pelaku jambret.
Beritariau.com, Pekanbaru - Wakapolda Riau, Brigjen Tabana Bangun menggelar konferensi pers pengungkapan 9 komplotan pelaku jambret, yang beraksi di 97 TKP. Para korban turut dihadirkan di Mapolda Riau, Rabu (10/11/2021).
Zelri Eka Putra (48), salah satu korbannya yang berprofesi sebagai penarik becak, mengaku sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada aparat kepolisian Polda Riau.
Korban mengatakan, sangat bersyukur karena handphone yang dijambret pelaku merupakan satu-satunya hanphone yang dimilikinya.
“Terimakasih pak, karena hanphone ini sangat dibutuhkan untuk keperluan anaknya sekolah secara daring,” kata Zelri saat menerima handphonenya yang diberikan Wakapolda Riau, Brigjen Tabana Bangun, di saksikan para pelaku.
Zelri mengungkapkan, handphonenya itu dirampas di hari Jumat
“Waktu itu pas hari Jumat, saya bersama anak saya sedang mengendarai becak di jalan Soekarno Hatta Marpoyan. Tiba tiba datang pelaku merampas HP dari tangan saya dan kabur,” tutur Zelri.
Setelah kejadian, Zelri awalnya sempat bingung karena tidak ada lagi hanphone yang akan digunakan untuk anaknya sekolah daring.
“Tapi ini saya sangat senang, hanphone saya bisa kembali, berkat bantuan bapak-bapak polisi,” ucap Zelri.
Ucapan terimakasih juga disampaikan korban lainnya yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Nurlaili (33), karena handphonenya telah kembali.
Setelah kejadian, Nurlaili mengaku sangat kesal saat dijambret, saat Handpone dirampas, ia sedang melakukan video call dengan anaknya.
“Kejadiannya hari Sabtu tanggal 6 Nopember, kira kira jam 13.30 Wib saat saya berhenti disimpang 5 Labersa, saya sedang menelpon anak saya, kaca mobil terbuka, tiba tiba datang pelaku merampas HP saya dan langsung kabur menggunakan sepeda motor,” tutur Nurlaili.
“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada bapak polisi, sudah menangkap pencuri HP ini. Alhamdulillah pelaku sudah ditangkap dan HP saya dikembalikan oleh pak Polisi, hukum seberat beratnya pak,” sambung Nurlaili.
Wakapolda Riau, Brigjen Tabana Bangun, mengatakan, pengembalian handphone para korban ini adalah dipinjampakaikan, karena dikhawatirkan handphone tersebut sangat dibutuhkan oleh para korban.
“Ini kita kembalikan dulu, nanti kalau dibutuhkan untuk pembuktian baru dipinjam lagi untuk kepentingan di kejaksaan ataupun di pengadilan nanti,” kata Tabana Bangun kepada para korban.
Selain Zelri dan Nurlaili, beberapa korban lain ikut datang ke Polda Riau untuk mengungkapkan terimakasih karena pelaku kejahatan jambret sudah ditangkap. Dan barang berharga mereka yang diambil dapat kembali dengan aman.
Sebelumnya, Subdirektorat III Reserse Kriminal Umum Polda Riau berhasil menangkap 8 pelaku jambret yang rata-rata merupakan remaja dan seorang penadahnya. Hal ini terungkap, saat konfrensi pers di Mapolda Riau, Rabu (10/11/2021).
Parahnya, aksi ke 8 pelaku ini terungkap telah beraksi di 97 kali, dengan sasaran umumnya kaum perempuan.
Wakapolda Riau Brigjen Tabana Bangun dalam jumpa persnya, Rabu (10/11/2021) mengatakan, para pelaku ini merupakan dari tiga kelompok yang melakukan aksi jambret dikawasan Pekanbaru.***

