Almarhum Al-Azhar, Dimata Forkopimda Riau

Syamsuar, saat melayat ke rumah duka.

Beritariau.com, Pekanbaru - Setelah disemayamkan di rumah duka, Jalan Sungai Mintan, Tengku Bey, Pekanbaru. Sebelum disolatkan di Masjid Agung An-Nur. Datuk Seri Al-Azhar, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, terlebih dahulu dibawa ke sekretariat LAMRiau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Rabu (13/10/2021).

Menjelang solat Zuhur, jenazah Al-Azhar, lalu dibawa ke Masjid Agung An-Nur, untuk di solatkan. Bertindak sebagai Imam adalah putranya sendiri yakni Irfan bin Al Azhar. 

Dari An-Nur, jenazah Al-Azhar, kemudian langsung dibawa ke TPU Air Dingin, Kota Pekanbaru untuk dimakamkan. Sesuai perkataan Alang Rizal, adik kandung almarhum.

Sebelum pelaksanaan solat jenazah. Sejak pagi dirumah duka para pelayat dari kerabat berdatangan, termasuk Gubernur Riau, Syamsuar dan Wakil Gubernur, Edy Natar, Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Syech Moch Ismed dan Wakapolda Riau, Brigjen Tabana.

Tiba sekitar pukul 08.00 WIB, Gubernur Riau, langsung berbincang-bincang dengan perwakilan keluarga.

Setelah bersilaturahmi, Syamsuar kepada wartawan mengajak, untuk mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, saya atas nama pribadi dan keluarga, serta atas nama Pemerintah provinsi Riau turut berduka atas berpulangnya Datuk Seri Azhar,” kata Syamsuar.

Syamsuar mengatakan, ditengah kesehariannya Datuk Al-Azhar, sangat peduli terhadap adat dan memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.

Beliau juga dekat dengan masyarakat, kelompok suku. Datuk, kata Syamsuar, termasuk orang yang mempererat hubungan kepada semua orang.

“Karena peran Datuk Seri Al-Azhar, yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami begitu merasakan duka yang mendalam. Takdir berkehendak lain,” kata Syamsuar.

Syamsuar, juga berjanji akan melanjutkan perjuangan Al-Azhar, dan mendoakan semoga beliau ditempatkan di surga jannatun na’im.

“Jika selama ini memiliki salah, kami meminta maaf atas kesilapan serta kesalahannya. Tentunya kami memiliki kesalahan sebagai manusia memiliki kesalahan dan kesilapan. Dan kami mohon maaf,” ucap Syamsuar.

Sejak awal menjabat Gubernur, hingga saat ini. Almarhun, kata Syamsuar sering menjalin komunikasi, untuk bersilaturahmi dan memberi masukan.

“Karena itu, saya merasa kehilangan. Kita lanjutkan cita-citanya dan do'akan almarhum tenang di Alam barzah,” ajak Syamsuar, sambil mendoakan, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan meminta terus didoakan anak yang Soleh dan Soleha.

“Semoga dia Husnul khatimah,” do'a Syamsuar.

Menurut pandangan, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution SIP. Hubungannnya dengan Al-Azhar memiliki kedekatan, juga karena usia yang sama. Ditambah lagi, faktor satu kampung.

Edy mengatakan, yang ia pahami dari sosok Al-Azhar adalah, bahwa amarhum merupakan orang getol mempedulikan masyrakat melayu Riau.

Selama lebih kurang 24 tahun memperjuangkan adat, beberapa waktu lalu, Al-Azhar, dua kali mendatangi dirinya sambil mengatakan, ingin undur diri karena tidak bisa menyelesaikan tugas.

“Karena kepedulian beliau, dia mengaku tidak bisa lagi melaksanakan tugas yang diberikan, untuk apa lagi, kira-kira seperti itu,” ungkap Wagubri.

Bahkan, sebelum meninggal. Al-Azhar, masih sempat mengirim pesan akan melaksanakan operasii batu empedu.

“Lalu saya memberikan semangat ke beliau. Saya pada tahun 2004, juga operasi empedu dan sudah 14 tahun,” tutur Edy.

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Syahril Abubakar saat prosesi pelepasan mengatakan, Datuk Seri Al Azhar telah berkhidmat LAMR selama 24 tahun, sejak tahun 2017 hingga hari ini.

Syahril mengatakan, penyemayaman Datuk di Balai Adat ini, karena kesehariannya almarhun selalu sering berada di sekretariat LAMRiau.

“Beliau telah berkhidmat di LAMR selama 24 tahun, telah banyak amanah dan nasehat yang beliau sampaikan. Marilah kita lepas keberangkatan almarhum dengan rasa ikhlas,” ajaknya.

Syahril mengatakan, meski Datuk Al-Azhar, berpulang. Tentunya perjuangannya akan terus dilakukan, agar masyarakat Riau tidak menjadi penonton di negerinya sendiri.

“Selama ini Datuk seri Al Azhar telah memperjuangkan marwah Melayu, kami semua datuk-datuk disini dari kabupaten/ kota, kami akan melanjutkan perjuangan mu datuk,” ujar Syahril.

Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan turut memberikan tanggapan terhadap almarhum Datuk Seri Al Azhar. Datuk Seri ini, katanya adalah sosok tokoh Riau yang menjadi panutan bagi masyarakat Riau. 

“Beliau merupakan sosok yang peduli dengan adat, kesejahteraan masyarakat sesuai kemajuan daerah. Datuk Seri Al-Azhar selalu memperjuangkan kebesaran Melayu dimanapun berada. Perjuangan beliau sangat luar biasa dan terbukti mengangkat marwah Melayu maupun masyarakat Melayu di Riau,” ungkap Danrem.

“Sebagai Putra Riau, saya mengucapkan selamat jalan kepada tokoh kebanggaan masyarakat Riau. Semoga Allah SWT memberikan tempat yg terbaik disisinya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan serta ketabahan,” ucap Danrem.***