Izin Rumah Tinggal, Ternyata Jadi Sekolah

Satpol PP Tindaklanjuti Penyalahgunaan IMB Yayasan Pendidikan, YLBHR Desak Komisi I DPRD Sidak

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pekanbaru Iwan Parlindungan Simatupang menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan IMB yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa Pekanbaru.

Sebelumnya, bangunan sekolah yang bertempat di Jalan Lokomotif, Kecamatan Lima Puluh itu dilaporkan oleh warga pada hari Rabu (29/09/2021) lalu.

"Itu (Laporan) sudah di meja Pak Kasat, dan tinggal menunggu disposisi hari ini," ucap Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Hendri Zainuddin pada hari Selasa (05/10/21) kemarin saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Hendri menjelaskan, pihaknya tengah menentukan bidang yang akan melakukan penindakan pada laporan tersebut.

"Sebenarnya baru semalam sampai di meja Pak Kasat, disposisinya turun hari ini," kata Hendri.

Pihak Satpol PP menyatakan akan turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan secara langsung setelah Kasatpol PP melakukan disposisi pada laporan tersebut.

"Nanti kita kesana, minta surat suratnya baru kita menentukan apakah sudah ada perubahan atau belum," pungkas Hendri.

Seperti diberitakan, Nardo Pasaribu selaku Sekretaris DPD Yayasan Lingkungan Dan Bantuan Hukum Rakyat (YLBHR) Provinsi Riau, meminta Pemerintah Kota Pekanbaru ambil sikap terkait Yayasan pendidikan DTB yang melakukan penyalahgunaan fungsi izin mendirikan bangunan (IMB).

"Izin IMB nya untuk Rumah Tinggal. Tapi malah jadi Sekolah. Dewan pun kok diam ada penyalahgunaan izin seperti ini? Harusnya mereka melakukan Sidak ke lokasi," kata Nardo.

Tak hanya itu, sejumlah pengurus dan pendiri Yayasan Dharma Tunas Bangsa (DTB) telah dilaporkan oleh RM (45) terkait dugaan Tindak Pidana Penggelapan Hak dan Pemalsuan serta Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik melalui Media Sosial ke Ditreskrimum Polda Riau. (*)