Demi Hukum, Hakim minta kasus Eva istri Bupati Kampar Diusut

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Dugaan konspirasi antara penyidik Polda Riau dengan Mabes Polri dalam menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas kasus penganiayaan yang diduga dilakukan istri Bupati Kampar Jefry Noer Eva Yuliana terhadap dua petani Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Kampar, Nur Asmi dan Jamal, akhirnya terkuak dan dimentahkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dalam sidang gugatan Pra Peradilan, Jumat (21/11/14).

Dalam sidang Pra Peradilan sekitar pukul 15.00 WIB itu, Hakim PN dipimpin Hakim Mangapul Manalu SH akhirnya menolak SP3 yang dilakukan oleh Polda Riau.

Dalam vonis yang dibacakan, Mangapul mengatakan bahwa SP3 yang dilakukan pihak Polda Riau tak berdasarkan Hukum dan Hakim memutuskan dan menerima permintaan pemohon (Nur Asmi) melalui pengacaranya Suharmansyah.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk tak adanya Penghentian SP3 karena SP3 itu tak berdasarkan hukum," ujar Mangapul.

Usai pembacaan vonis putusan itu, Hakim meminta pihak Polda Riau berhak mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi dan Hakim pun menutup persidangan.

Penasehat Hukum korban Nur Asmi, Suharmansyah SH mengaku bersyukur atas putusan PN Pekanbaru yang dianggap adil dalam memutuskan upaya hukumnya.

"Alhamdulillah, Pengadilan menunjukkan fakta yang sebenarnya. Penyidik polisi harus meneruskan penyidikannya," ujar Suhermansyah.

Terkait dugaan adanya konspirasi Mabes Polri dengan Polda Riau yang membuat dilakukannya SP3 itu, Suharmansyah mengaku sebelumnya sudah melaporkan penyidik ke Mabes Polri agar dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah penyidik Polda Riau itu.

"Beberapa waktu lalu kan sudah kami laporkan itu penyidik Polda Riau, ke Mabes Polri. Kedepan akan kita cross check gimana perkembangan laporan kita itu," pungkas Suharmansyah. [Pan]

Tags :# hukum