Ekonomi di Rohil Kian Sulit, Beras Wartawan pun disikat Maling

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Rohil - Sulitnya situasi ekonomi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) membuat para pelaku semakin nekad melakukan aksi kriminal. Setelah beberapa waktu lalu nekad beraksi di samping markas polisi [Baca : Bandit Curanmor Nekat Beraksi di Dekat Mapolsek Bagan Sinembah] , kini giliran jurnalis alias wartawan yang jadi korban. Uniknya, kali ini, pelaku hanya mencuri beras.

Noprio, seorang jurnalis sebuah media online Riau yang bertugas di Bagansiapi-api mengaku, beras yang baru dibelinya, raib disikat maling.

Diceritakan Noprio, kejadian itu terjadi pada Kamis (14/11/14) lalu. Saat itu, sekitar pukul 19.13 Wib, Ia membeli beras sebanyak 10 Kg. Setelah itu, Ia pun singgah di sebuah kedai kopi Harmoni yang berada di persimpangan Jalan Bintang (depan taman kota, red) untuk membeli makanan.

Sambil menunggu pesanan makanannya dibungkus, Ia duduk di kursi yang tak jauh dari lokasi parkiran motor. Beras itu, diletaknya diatas motor.

Alangkah terkejutnya Noprio, saat selesai belanja makanan dan menuju motornya, beras yang tadinya di letaknya diatas sepeda motor, sudah raib. Namun, satu gantungan kantong plastik, tak diambil sama sekali.

Melihat aksi yang kian nekad itu, Noprio hanya terdiam. Ia tak mau melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Baginya, hal itu merupakan pelajaran berharga. Sebab, kondisi ekonomi warga yang makin sulit ini, bisa membuat siapapun bertindak diluar akal sehat.

"Saya mengikhlaskannya, cuma untuk warga lain, berhati-hatilah,” katanya berpesan.

Akibat kejadian itu, dia kembali membeli beras. Namun, dia tidak mau kecolongan, beras itu dijaganya ketat agar tak kena curi lagi.

Ditempat berbeda, Atik, seorang penjual bensin eceran di persimpangan Jalan Utama juga menuturkan bahwa, sehari sebelumnya, gerobok penyimpanan minyak bensin miliknya juga dibongkar maling. Sebanyak 10 liter bensin dicuri. Kondisi ini, sudah sering dialaminya.

"Barangkali dia sudah kehabisan bensin itu, makanya dia nekad mencuri," prediksinya.

Atik pun bercerita, dia juga pernah menyaksikan kejadian barang belanjaan seorang warga yang saat berbelanja pada sebuah toko tak jauh dari tempatnya berada, dicuri. Padahal, korban itu hanya masuk sebentar untuk membeli barang yang lain.

Tak hanya ditempatnya jualan, ternyata dikawasan pemukimannya di Pelabuhan Baru juga rawan pencurian. Dituturkan Atik, seorang pemilik warung makan bernama Anja, mengaku kompor gas diwarungnya dilarikan maling saat dia sedang makan.

"Dan malam harinya, saya dapat cerita, rumah dia juga dibongkar maling,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi, sejumlah pengecer minyak bensin lain di wilayah yang sama, memasang rantai cukup besar pada setiap jerigen bensin isi 5 liter yang akan dijual.

Rantai ini, untuk menghindari dari maling yang semakin nekad, karena minyak bensin yang sedang dipajang itu, pernah dicuri maling, padahal ada yang menjaganya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Jumat (07/11/14) lalu mengatakan, fenomena pencurian dan perampokan di Rokan Hilir semakin marak akibat faktor ekonomi. Hal ini juga disebut sebagai fenomena akhir tahun. [Baca : Rampok Marak di Rohil Akibat Ekonomi dan Fenomena Akhir Tahun] [bm]

Tags :# hukum