Kapolda Riau minta anak buahnya Jangan Cekcok dengan Tentara

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan sangat menyayangkan masih adanya anggota kepolisian yang ribut dengan TNI di Batam provinsi Kepulauan Riau.

Menurutnya, sebagai pelayan masyarakat, itu tidak seharusnya terjadi hingga menghilangkan citra aparat sebagai pengayom.

"Kita lihat kembali fungsi kita, dibentuk untuk masyarakat seperti apa, kalau kita ribut, masyarakat itu jadi takut," ujar Dolly, saat memberikan arahan kepada anggota Polres Pelalawan, dalam kunjungan kerjanya, Kamis (20/11/14).

Oleh karenanya, kata Dolly, untuk menghindari keributan seperti di Batam, anggota jajaran Polda Riau sebaiknya membuka komunikasi sehari-hari dengan TNI, dengan cara apapun. Itu dapat dilakukan upaya-upaya oleh para pimpinan setingkat apapun untuk mencegah hal-hal yang merugikan.

"Gak ada untungnya, kalau dilawan gak ada hebatnya, malah masyarakat berfikir, seharusnya melindungi masyarakat kok malah menghawatirkan keaadannya, polisi harus menyadari itu," jelas Dolly.

Dalam kunjungan kerja Kapolda Riau yang didampingi Irwasda Ahmad Nurda Alamsyah, Kabid Propam, AKBP Budi Santoso serta Kabid Humas, AKBP Guntur Aryo Tejo di Polres Pelalawan itu, Dolly mengingatkan kepada anggotanya agar selalu menjadi polisi yang cerdas.

"Hal-hal yang tidak profesional dan proporsional itu dijauhi, semakin hari harus semakin baik, oleh karenanya pelatihan harian itu diperlukan," imbuh Dolly.

Selain itu, Dolly juga memerintahkan kepada anggotanya agar perbanyak membaca buku, dengan datang ke perpustakaan.

"Di penjagaan itu jangan dikasih buku ramalan. Taruhlah buku yang ada kaitannya dengan pekerjaan kita. Majalah yang berkaitan dengan tugas polisi, majalah dari kejaksaan, buku yang berisi masalah-masalah hukum, majalah dari kehakiman, itu yang dibaca," pesannya.

Dolly juga mengingatkan kepada anggotanya agar senantiasa membekali diri dengan ilmu pengetahuan serta perkembangan zaman, sebab itu memang menjadi tuntutan tugas.

"Semakin hari semakin tinggi, harus semakin cerdas. Jangan buka internet yang aneh-aneh, situs porno, itu jangan, bukalah yang meningkatkan kapasitas kita, buka itu embah google, apa saja ada disitu, kepolisian mana aja ada, kepolisian cina dan negara lain juga ada di embah google," tegasnya.

Anggota polisi juga diminta untu tampil sebagai penolong, pengayom, menciptakan kenyamanan kehadirannya ditengah masyarakat.

"Gunakan kecanggihan tekhnologi dalam hal positif. Hindari tindakan-tindakan yang bersifat kontraproduktif, yang menambah sorotan publik," jelasnya.

Dolly meminta agar Polres di Riau tidak banyak membangun gedung, tapi lebih memperbanyak membangun jaringan komunikasi, dan tidak meninggalkan HT. Sebab HT sangat diperlukan kepolisian, apalagi di pelosok desa.

"Jangan pakai HP terus, komunikasi radio itu yang digunakan, jangan gedung terus yang dibangun, tidak bermanfaat gedung itu untuk masyarakat, saran komunkiasi yang lebih penting," pungkasnya. [Pan]

Tags :# hukum