3 Perampokan Bersenpi Belum Terungkap
Rampok Marak di Rohil Akibat Ekonomi dan Fenomena Akhir Tahun

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Warga Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) saat ini wajib selalu waspada. Pasalnya aksi perampokan bersenjata api (senpi) yang kerap mengancam nyawa korbannya, nyaris terjadi setiap hari. Meski sudah bekerja keras, namun kepolisian belum berhasil menangkap pelaku.
Ketiga aksi perampokan di Rohil ini terjadi akibat dari faktor ekonomi di daerah itu. Selain itu, masa akhir tahun menjadi fenomenal dengan aksi perampokan.
"Ketiga kasus perampokan ini tengah diselidiki. Petugas masih bekerja di lapangan," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Jumat (07/11/14).
Aksi perampokan pertama di Rohil dialami Ahmadi, seorang pengusaha di Desa Pujud Kecamatan Pujud. Ahmadi dan keluarganya yang disekap tak dapat berbuat apa-apa. Puluhan perhiasan emas dan uang tunai disikat perampok yang berjumlah 6 orang.
Menurut Guntur, aksi perampokan itu dilakukan secara berkelompok yang menggunakan fasilitas mobil dan senpi. "Pelaku yang menggunakan mobil jenis Toyota Avanza tanpa nomor polisi pada Jumat (31/10/14) sekitar pukul 03.00 WIB lalu itu tengah dikejar," ujarnya.
Dalam aksinya, para pelaku beraksi membobol rumah Ahmadi dengan cara merusak jendela dan terali pintu bagian belakang rumah korban.
Mereka masuk ke dalam rumah dan langsung menuju salah satu kamar yang diketahui merupakan kamar anak korban lalu menyekapnya. Kemudian, pelaku kamar utama rumah korban. Di dalam kamar utama itu pula pelaku mengikat dan menyumpal mulut korban bersama istri, anak dan seorang pembantu.
Usai melumpuhkan korban satu keluarga, para pelaku dengan leluasa mengobrak abrik seisi rumah dan menyikat perhiasan emas korban berupa 10 cincin, 2 gelang, 2 kalung, 3 jam tangan, 1 unit laptop Axio dan 3 unit handphone serta uang tunai sebesar Rp30 Juta.
"Dalam kejadian ada 6 orang pelaku yang masuk ke dalam rumah. Total kerugian dialami korban mencapai Rp100 juta dalam laporannya," kata Guntur.
Sementara, aksi perampokan kedua terjadi di Desa Rokan Baru Kecamatan Pekaitan, seorang warga dirampok saat tengah membawa uang sekitar Rp 32 Juta dikawasan Kecamatan Bangko Pusako, Sabtu (1/11/14). Tak hanya uang, mobil korban juga turut diambil 2 orang tak dikenal yang beraksi dengan Senpi.
Korban tersebut bernama Masnan (37), pengusaha harian ini dirampok saat hendak berbelanja, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban tengah mengendarai mobil L-300 dan melintas dijalan rusak tepatnya Jalan Lintas Teluk Bano I Kecamatan Bangko Pusako Rohil.
"Tiba-tiba saya dipepet oleh pengendara sepeda motor jenis Jupiter MX warna biru tanpa nomor polisi, sekitar 2 orang pelakunya. Kemudian mereka menyalip mobil dan menghentikan mobil saya, saat di dijalan rusak," kata korban dalam laporan polisi di Polres Rohil.
Tak ayal, para pelaku langsung turun menghampiri Masnan sambil mengancam dengan menggunakan senjata api (Senpi). "Dua orang turun, salahsatu pakai helm hitam, satunya lagi pakai topi warna hitam. Lalu satunya menodongkan senjata ke kepala saya, kemudian merampas uang Rp 32 juta miliknya," katanya.
Terakhir, aksi perampokan ketiga di Rohil terjadi pada Senin (3/11/14), sekitar pukul 02.00 WIB. Para perampok ini juga beraksi menggunakan senpi untuk mengancam nyawa korbannya lalu menjarah sparepart alat berat ekskavator.
Saat kejadian, alat berat dijaga oleh korban bernama Misnal, rampok bersenpi ini menjarah sparepart alat berat ekskavator senilai Rp150 Juta milik Zulkifli (55) di Kecamatan Tanah Putih setelah sebelumnya menganiaya dan melumpuhkan penjaga alat berat.
Saat itu, korban sedang bekerja tiba-tiba didatangi para pelaku. Lalu tanpa basa basi langsung menodongkan senpi dan melumpuhkannya. Dari penuturan korban kepada polisi, pelaku diduga lebih dari dua orang. Korban dianiaya dan langsung disekap oleh pelaku.
Dalam kondisi penjaga tak berdaya, pelaku leluasa mengambil barang-barang sparepart alat berat berupa satu unit panel, satu unit komputer elektrik, sepasang handle, dan satu unit Valve dengan total nilai Rp150 Juta. Usai beraksi, pelaku kemudian meninggalkan korban seorang diri di lokasi.
Peristiwa ini kemudian bisa diketahui setelah korban melaporkan apa yang dialaminya pada ketua RT setempat Dedi yang meneruskan informasi ini pada pemilik excavator Zulkifli. Bersama mereka melaporkan aksi pelaku ke Polres Rohil dengan harapan dapat diungkap siapa pelaku perampokan itu.
"Saat ini jajaran Polres Rohil masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta bukti-bukti terkait ketiga kasus ini," pungkas Guntur. [Pan]

