Wow ! Istri Tentara Ludahi Polisi Militer di Pekanbaru

Wow ! Istri Tentara Ludahi Polisi Militer di Pekanbaru

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - SRN (36), istri dari seorang prajurit TNI Angkatan Darat dilaporkan ke Polresta Pekanbaru karena menghina petugas Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AD Pekanbaru yang tengah berdinas.

Wanita yang tinggal di Jalan Cipta Karya Kecamatan Tampan Pekanbaru, itu mengamuk dan meludahi petugas Denpom di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru Rabu (05/11/14) lalu.

Komandan Denpom TNI AD Pekanbaru Letkol CPM Tugino, Jumat (7/11/14)membenarkan bahwa pihaknya telah mempolisikan istri tentara yang otomatis menjadi anggota Persit Kartika Chandra Kirana (Organisasi sosial kemasyarakatan istri prajurit TNI AD) itu.

"Sudah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru untuk diproses sesuai aturan berlaku," katanya.

Tugino menjelaskan, perbuatan isteri dari oknum TNI AD berpangkat Serma itu merupakan perbuatan penistaan. Penyidik yang tengah memeriksa suaminya berinisial MIE itu, dilabrak dan dimarahi pelaku.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, juga membenarkan laporan itu. "Secara tertulis sudah masuk ke Polda Riau dan penyelidikannya dilakukan Polresta Pekanbaru," ucap Guntur.

Sebagai langkah penyelidikan, pelapor bernama Abdullah (Petugas Dempom)sudah diperiksa dan dimintai keterangan sewaktu membuat laporan. Sementara pelaku akan dipanggil untuk diperiksa sesuai laporan itu.

Data di kepolisian menyebutkan, kejadian penghinaan dengan meludahi petugas Denpom TNI AD ini berawal sewaktu suami SRN yang merupakan anggota TNI, diperiksa Denpom terkait kasus penganiayaan pada Rabu (5/11/14). Sewaktu pemeriksaan berlangsung, SRN mendatangi kantor Denpom.

Disana, SRN memaksa bertemu dengan suaminya. Tanpa sebab, SRN marah-marah dan menyebabkan penyidik menghentikan pemeriksaan.

Tak lama kemudian, datang anggota Denpom lainnya untuk menenangkan SRN. Bukannya reda, SRN malah mengamuk, mencaci-maki dan meludahi petugas dimaksud.

Melihat itu, petugas membawa pelaku keluar dari ruangan dan berusaha menenangkannya. Emosi pelaku kian bertambah. Ia mengamuk dan mengeluarkan kata-kata kotor kepada petugas. [Pan]

Tags :# hukum