Pohon di Simpang Arifin Ahmad Pekanbaru Mendadak Mati Kering, Ada Reklame Berdiri

POHON - Sebuah pohon yang berada di taman tepatnya di persimpangan Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, mendadak mati kering. Di depan pohon tersebut, berdiri kokoh 1 unit papan reklame komersial | Beritariau.com2021

Beritariau.com, Pekanbaru - Sebuah pohon yang berada di taman tepatnya di persimpangan Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, mendadak mati kering. Di depan pohon tersebut, berdiri kokoh 1 unit papan reklame komersial.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Marzuki, saat dikonfirmasi Beritariau.com, Kamis (03/06/2021) sore, mengaku kaget mendengar laporan tersebut.

Dia menduga pohon yang mendadak mati kering tersebut sengaja dirusak oleh oknum pengusaha reklame. Sebab, laporan serupa (Pohon mati kering,red) juga terjadi di titik Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru.

"Saya perintahkan Kabid saya menelusuri. Jika terbukti, akan kami laporkan ke polisi," kata Marzuki.

Marzuki terlihat geram mendengar informasi tersebut. Dalam kasus ini, pihaknya tidak akan mentolerir kasus kejahatan lingkungan yang acapkali sering terjadi dan kembali terulang.

"Diduga ini sengaja (dirusak,red) dalam aturannya ini (merusak pohon,red) ada sanksi. Kalau memang sengaja untuk usahanya seperti untuk reklame dan mengganggu estetika akan kita proses," tegasnya.

Mengenai dugaan dilakukan oleh oknum pengusaha reklame, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang menangani dalam hal memotong papan reklame yang berdiri di median jalan tersebut.

"Kalau reklame itu ada tim nanti. Kita khusus mengusut masalah kerusakan yang ada di taman saja," bebernya.

Seperti diketahui, kasus kejahatan lingkungan berupa perusakan pohon ini, sudah sering terjadi di Pekanbaru. Dimana pada Minggu (11/10/2020) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari, 83 pohon milik Pemko Pekanbaru ditebang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi. Dari olah TKP, polisi akhirnya membekuk pria berinisial JW, MH, RA dan RP. Hasil pemeriksaan terungkap, pelaku MH, RA dan RP mendapat perintah dari JW untuk melakukan pembersihan terhadap pohon-pohon tersebut yang menutupi papan reklame yang berada di Jalan Tuanku Tambusai.

Dimana, MH, RA dan RP mendapatkan upah sebesar Rp2,5 juta dari tersangka JW untuk dibagi-bagi kepada 3 para pelaku. Dari 4 pelaku ini, ternyata salah satunya dari pihak CV RB.

Selain itu, polisi juga mengamankan dan menetapkan tersangka TFG (49) diduga sebagai otak pelaku penebangan pohon milik Dinas PUPR Kota Pekanbaru. Kasus ini kemudian dicabut oleh Pemko Pekanbaru melalui instansi terkait. Dari informasi terakhir, OPD Pemko mencabut laporan tersebut dan TFG dinyatakan bebas.