Dewan Pers Beberkan Kasus Kode Etik & Banyak Ngaku Wartawan Tapi Belum Sertifikasi

Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan & Pengembangan Profesi Dewan Pers, Jamalul Insan, saat memberikan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh lembaga LSPR Jakarta melalui virtual zoom, Senin (31/5/2021) pagi | Foto : Tangkapan layar zoom

Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan & Pengembangan Profesi Dewan Pers, Jamalul Insan, membeberkan, di rentan tahun 2013 hingga 2017 pihaknya telah menerima pengaduan pelanggaran kode etik yang cenderung naik setiap tahunnya melalui surat pengaduan.

"Kasus pengaduan itu berlanjut hingga di tahun 2018 Dewan Pers menerima pengaduan sebanyak 371 kasus, tahun 2019 sebanyak 397 kasus, dan tahun 2020 sebanyak 555 kasus," kata Jamalul, saat memberikan Pelatihan Jurnalistik kepada peserta yang diselenggarakan London School of Public Relation (LSPR) melalui virtual zoom, Senin (31/5/2021) pagi.

Dia menjelaskan lagi, dari data dewan pers, jumlah media dan wartawan yang telah terverifikasi dan bersertifikasi saat ini berjumlah 17.186. Jumlah ini tergolong cukup besar.

"Begitu banyak jumlah media-media jumlah ini hanya baru beberapa persen atau sekitar 22-30 persen saja yang belum mengikuti UKW atau UKJ. Masih banyak teman-teman yang mengaku jurnalis atau mengaku wartawan tapi belum bersertifikasi," ucap Jamalul.

Dengan banyaknya jumlah media dan wartawan yang ada, pihaknya mendorong perlu kiranya pekerja yang berprofesi sebagai jurnalis mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) atau Uji Kompetensi Jurnalistik (UKJ) yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga yang terverifikasi dewan pers.

"Hari inilah rangkaian kegiatan kita dan ayo yang mengaku sebagai wartawan, coba potret diri kita, benar nggak kita ini kompeten atau tidak sebagai jurnalis," bebernya.

Pelatihan jurnalistik ini difasilitasi oleh Dewan Pers dan diikuti sebanyak 60 peserta dari berbagai media online yang ada di Provinsi Riau.

Pelatihan jurnalistik sebagai bahan pertimbangan peserta lolos dan mengikuti UKW yang diselenggarakan lembaga LSPR Jakarta pada 11-12 Juni 2021 dengan jumlah 54 orang secara offline di Kota Pekanbaru.