Korupsi, Mantan Plt Sekda Kuansing Dihukum 6 Tahun Penjara

Penulis : admin | Kamis, 14 Januari 2021 - 15:16 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Mantan pelaksana tugas (plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuantan Singingi, Muharlius, divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan dana 6 kegiatan di institusi Pemkab Kuansing.

Dia dihukum 6 tahun penjara saat pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (13/01/2021) kemarin.

"Terdakwa tetap di lapas (Lembaga Pemasyarakatan Teluk Kuantan,red)," kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Roni Saputra, Kamis (14/01/2021).

Untuk diketahui, vonis itu dibacakan untuk lima terdakwa. Yaitu, Murhalius, M Saleh, Verdi Ananta, Hetty Herlina dan Yuhenrizal.

Murhalius dihukum 6 tahun penjara, denda sebesar Rp300 juta subsidair 3 bulan kurungan. Dia tidak dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara.

Sementara M Saleh, dihukum 7 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair 3 bulan kurungan serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp5,8 miliar subsidair 4 tahun penjara.

Untuk terdakwa Verdi Ananta dihukum 6 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp300 juta subsidair 3 bulan kurungan serta terdakwa Hetty Herlina dan Yuhenrizal dihukum masing-masing 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair 2 bulan.

"Kita akan pikir-pikir selama 7 hari untuk menentukan sikap, menerima atau menolaknya," ucap Roni.

Sementara itu, Surota yang merupakan penasehat hukum dari Muharlius, Hetty Herlina, dan Yuhendrizal, merasa keberatan dengan putusan majelis hakim tersebut.

"Majelis hakim tadi mengatakan, silakan mengajukan banding. Waktunya satu minggu dari sekarang," jelas Suroto.

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa dipaparkan aliran uang miliaran rupiah ke sejumlah orang yang diambil dari pelaksanan enam kegiatan tersebut. Di antaranya uang Rp500 juta yang diberikan Verdi Ananta kepada seseorang di Kota Batam, Selasa (13/06/2017) silam. Pemberian uang dalam bentuk pecahan dollar Amerika itu merupakan atas perintah Bupati Kuansing, Mursini.

Selang beberapa pekan kemudian, giliran Kabag Umum, M Saleh yang menyerahkan uang kepada seseorang di Batam sebesar Rp150 juta. Penyerahan uang ini masih atas perintah orang nomor satu di Kota Jalur itu.

Terhadap Mursini, juga menerima aliran dana sebesar Rp150 juta di kediaman pribadinya di Pekanbaru. Ia menerima uang dalam bentuk ringgit Malaysia sebesar Rp100 juta dan Rp50 juta pecahan rupiah untuk keperluan berobat istrinya.

Lalu, Plt Sekdakab Kuansing, Muharlius pernah meminjam uang untuk pribadi kepada Verdi Ananta Rp80 juta pada November 2017. Uang itu, dipergunakan terdakwa untuk membayar honor Satpol PP pada lebaran Idul Fitri 2017.

Sementara, Verdi Ananta, pernah meminjam uang Rp35 juta kepada Saleh. Uang tersebut, berasal dari dana pelaksanaan enam kegiatan, serta dipergunakan oleh Verdi untuk membantu biaya pengobatan orang tuanya. Tak hanya itu saja, Ketua DPRD Kuansing tahun 2017, Andi Putra juga kecipratan uang Rp90 juta. Uang ini, diberikan melalui Roni atas perintah Muharlius.

Kemudian, mantan anggota DPRD Kuansing tahun 2017, Musliadi menerima aliran dana Rp500 juta. Uang itu diberikan Kabag Umum, M Saleh atas perintah Mursini.

Mursini juga memerintahkan Saleh memberikan uang ke mantan anggota DPRD Kuansing yakni, Rosi Atali. Uang tersebut diterima Rosi Atali dari Verdi Ananta di Jalan Perumnas Teluk Kuantan. [Red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :