Aksi Tebang Pohon

Aktor Intelektual Masih Keliaran, Dewan Desak Polda Riau Usut Aliran Uang Reklame CV RB

Penulis : admin | Senin, 26 Oktober 2020 - 16:42 WIB

Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla SE | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla SE, mendesak jajaran kepolisian di Polda Riau, mengungkap aktor intelektual kasus penebangan pohon yang ditangkap baru-baru ini.

Politisi dari PAN ini menduga, aktor utama dari pemilik baliho masih tidur dengan nyenyak dan 4 orang yang ditangkap saat ini hanya "tumbal" dari aksi kejahatan lingkungan yang dilakukan oknum pengusaha baliho.

"Kita minta kepolisian mengungkap siapakah aktor utama dibalik kejahatan ini. Aktor dibaliknya ini kemungkinan jauh lebih besar dan akan melakukan kejahatan serupa dengan memakai tangan orang lain," ucap Roni, kepada Beritariau.com, saat ditemui di DPRD Pekanbaru, Senin (26/10/2020).

Sebagaimana diketahui, penyidik kepolisian di Polsek Bukit Raya menetapkan empat orang sebagai tersangka atas kasus penebangan tanaman pohon pelindung di median Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, Riau.

Dari 4 orang itu, satu pengelola reklame dan tiga pelaku lainnya merupakan orang yang melakukan penebangan terhadap pohon. Tiga pelaku berperan sebagai eksekutor penebangan atas perintah dari CV RB selaku owner pengelola papan reklame.

Menurut Roni, dalam mendalami kasus ini, perlu keinginan kuat tidak hanya dari aparat kepolisiam saja tapi Pemko Pekanbaru juga perlu menjalankan perannya sebagai instansi pemberi izin.

"Pemain pemain reklame inikan sudah tahu orangnya. Untuk melacaknya, data sudah ada di Bapenda. Data titik lokasi ini dibuka saja dan diserahkan ke satpol langsung eksekusi bando ilegal dan baliho ilegal ini," tegasnya.

Soal adanya dugaan pemain reklame mencatut nama orang atau karyawan untuk melancarkan aksi kejahatan dalam bisnis reklame ini, Roni mengaminkan hal itu bisa terjadi.

"Polisi bisa lacak kemana aliran dana yang masuk, ada beberapa reklame yang hanya menggunakan nama karyawan kemudian membuat perusahaan baru, atas nama perusahaan dengan karyawannya, aliran dananya kan nanti kelihatan kemana. Ini yang harus ditelusuri oleh kepolisian," pintanya. [Bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :