Manager dan Kasir CU MB Dilaporkan Gelapkan Uang Perusahaan Rp827 Juta

Penulis : user | Senin, 26 Oktober 2020 - 16:33 WIB

TERSANGKA : Tersangka penggelapan uang perusahaan Kopdit CU Makmur Bersama.

Beritariau.com, Tapung Hulu - Manager dan Kasir Koperasi Kredit (Kopdit) CU Makmur Bersama (MB) Cabang Kasikan, masing masing berinisial KH (34) dan IK (25, perempuan) dilaporkan telah menggelapkan uang perusahaan, yang totalnya mencapai Rp827 juta.

Kapolres Kampar yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Tapung Hulu AKP Try Widyanto Fauzal SIK, Senin (28/10/2020), membenarkan adanya laporan itu. 

Diungkapkannya, kedua tersangka ini sempat kabur ke Kota Palembang Sumsel namun keberadaanya sempat diketahui, setelah berkoordinasi dengan Polsek Tapung Hulu, Sabtu (24/10/2929) lalu, keduanya didatangi oleh pihak Kopdit CU MB Cabang Kasikan untuk membujuknya agar pulang ke Tapung Hulu. 

Keesokan harinya, keduanya meyerahkan diru ke Polsek Tapung Hulu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Terkuaknya kasus ini bermula sekitar  September 2020 lalu, dimana anggota Kopdit CU MB Rosida Br Lumban Gaol datang ke kantor menanyakan dana Simpanan Sukarela Berjangka (SISUKA) dengan memperlihatkan sertifikat atas namanya.

Setelah dilakukan pengecekan oleh pelapor melalui program di komputer namun sertifikat atas nama Rosida Br Lumban Gaol tidak terdaftar.

Atas kejadian itu, Selasa (6/10/2020) sekira pukul 09.00 WIB, tim dari Kantor Pusat melakukan Audit Internal. 

Dari hasil Audit tersebut ditemukan adanya 6 Sertifikat SISUKA antara lain atas nama Rosida Br Lumban Gaol senilai Rp.100 juta, Irwan Dison senilai Rp. 80 juta, Nelson Lumban Gaol senilai Rp. 100 juta, Zaina Br Lumban Gaol senilai Rp. 30 juta, Nelson Lumban Gaol senilai Rp.120 juta, Renta Br Munthe senilai Rp.150 juta beserta bunga keseluruhan SISUKA senilai Rp. 64 juta.

Keenam Sertifikat tersebut ternyata tidak terdaftar atau fiktif dan terhadap 6 Sertifikat tersebut ditandatangani JB Hasugian S.SI yang sudah pensiun sejak tahun 2017 lalu.

Menurut keterangan keenam orang peserta SISUKA yang tidak terdaftar tersebut bahwa mereka telah menyerahkan dana SISUKA kepada saudara Kardinal Franja Hutauruk yang kemudian menyerahkan Sertifikat SISUKA Fiktif.

Pelapor dan timnya juga menemukan adanya dana di rekening Bank atas nama Kopdit CU MB yang hilang sebanyak Rp.183 juta. Selain itu saat Tim melakukan pemeriksaan Brangkas Kantor sebagian besar uang disimpan juga sudah tidak ada.

Berdasarkan hasil Audit tersebut diketahui telah digelapkan oleh kedua pelaku dana sebesar Rp 827 juta lebih.

Kemudian untuk menindaklanjuti temuan tersebut Tim menghubungi Kardinal Franja Hutauruk selaku Kepala Cabang dan Ulandika Saragi selaku Kasir, namun mereka berdua sudah tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.

Selanjutnya pihak Kopdit CU Makmur Bersama, melaporkan kejadian ini ke Polsek Tapung Hulu pada (13/10/2020) untuk pengusutannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Tapung Hulu AKP Try Widyanto Fauzal SIK, perintahkan Kanit Reskrim Ipda Irwandy H. Turnip MH bersama anggota Unit Reskrim lakukan penyelidikan atas kasus ini.

''Kini kedua tersangka kasus penggelapan dalam jabatan ini telah diamankan guna penyelidikan lebih lanjut,'' kata Try Widyanto, Kapolsek Tapung Hulu. (Den)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :