Polisi Bekuk Pemburu Gajah di Indragiri Hulu

Penulis : user | Senin, 03 Agustus 2020 - 15:53 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Resor Indragiri Hulu, Riau berhasil menangkap dua pelaku pemburu gading gajah bersenjata api yang tak segan membunuh satwa bongsor itu dalam melancarkan aksinya. 

"Dari kedua tersangka disita sepucuk senjata api rakitan laras panjang, 29 butir amunisi aktif dan sebutir selongsong peluru," Kapolres Indragiri Hulu AKBP Efrizal dalam keterangannya kepada wartawan di Pekanbaru, Senin. 

Selain itu, dia mengatakan dari tangan kedua tersangka berinisial ANR dan SKR itu, polisi juga menyita sepasang gading gajah dengan ukuran gading sebelah kiri panjang 95 cm dan lingkar maksimal 26 cm. Kemudian gading sebelah kanan dengan panjang 94 cm dan lingkar maksimal 27 cm dan sebuah tengkorak gajah. 

Dia mengatakan bahwa penangkapan itu merupakan hasil penyelidikan panjang usai temuan gajah mati di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu pada medio April 2020 lalu. 

Usai melakukan pengejaran dua bulan lamanya, keduanya berhasil dibekuk di sejumlah lokasi berbeda. ANR, warga Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singing menjadi tersangka pertama yang berhasil ditangkap. 

Pria 52 tahun itu dibekuk di Simpang Pematang Ganjang, Kecamatan Sungai Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatra Utara. Dia lari kesana setelah tahu petugas mengincarnya terkait kematian gajah jantan di Kelayang.

"Tersangka kedua berinisial SKR, warga Desa Sungai Banyak Ikan, Kecamatan Kelayang. Dia ditangkap ketika bersembunyi di sebuah pondok di Kelayang," ujarnya. 

Kedu tersangka dijerat dengan pasal berlapis dari berbagai Undang-Undang (UU) dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta.

Menurut Efrizal, tersangka SKR dijerat dengan Pasal 40 ayat 2 juncto pasal 21 ayat 2 huruf a dan b UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya juncto pasal 55 ayat 1 ke -1 KUHPidana juncto Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951.

Tersangka SKR juga dijerat Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api. Ancaman hukuman maksimal adalah seumur hidup.

Sementara, untuk tersangka ANR alias Ucok dikenakan pasal 40 ayat 2 juncto Pasal 21 ayat 2 huruf a dan b UU RI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Lebih jauh, selain menangkap dua tersangka di atas, polisi juga memburu seorang pelaku lainnya berinisial ARK. Efrizal menyebut anggotanya masih di lapangan melacak keberadaan tersangka.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita amankan," ujarnya.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :