Digelandang ke Polres Jakarta Pusat
Nyaris Terbakar, 2 Warga Kampar Anti Jefry Noer Mandi Bensin depan Istana

Aktivis Gerakan Rakyat Kampar saat Menggelar Unjuk Rasa di depan Istana Merdeka | Istimewa | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Jakarta - Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan Rakyat kampar (GERAK) Apriyanto, ternyata tak hanya gertak sambal, Ia malah membuktikan ucapannya. Karena tuntutan dan aspirasinya tak kunjung direspon. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo pun belum mau menemui. Akhirnya, sesuai janji, Apriyanto nekad ingin membakar dirinya.
Dari informasi yang dirangkum di lapangan, saat itu, Selasa (04/11/14) sekitar pukul 15.30 di depan Istana Negara, Apriyanto atau Anto mengawali aksi itu.
Ia menyiram tubuhnya dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium alias Bensin tepat di depan Istana Negara. Aksi itu kemudian diikuti oleh Rahmat, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam GERAK yang menjahit mulutnya.
Namun, baru selesai melumuri tubuhnya dengan bensin, kedua orang itu langsung diamankan aparat kepolisian yang telah siaga sejak mereka melakukan aksi unjukrasa itu.
Melihat aksi nekat itu, petugas yang berada dilokasi yakni Kasat Rekrim Polres Jakarta Pusat (Jakpus) AKBP Tatan Dirsan Atmaja, langsung menyergap tubuh Arpiyanto dan merampas korek api yang akan menyulut tubuh pemuda itu.
Sumber Beritariau.com yang merupakan warga Riau yang ikut dalam aksi itu menyebutkan, usai penangkapan itu, massa pendemo terpaksa membubarkan diri. Apriyanto dan Rahmat akhirnya digelangang ke Mapolres Jakpus di Kawasan Senen.
"Dua rekan kami itu dibawa ke Mapolres. Kami terpaksa menyingkir," ungkap sumber Beritariau.com di Jakarta yang dikonfirmasi melalui sambungan seluler.
Terkait ini, baik Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo dan Kasat Reskrim AKBP Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi Beritariau.com, Selasa (04/11/14) malam, belum mau memberikan keterangan lengkap.
Namun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar yang dihubungi Beritariau.com membenarkan adanya upaya pencegahan pengamanan atas aksi itu. "Benar, dan sudah diantisipasi dicegah oleh anggota di Polres Jakarta Pusat," kata Boy.
Seperti diberitakan sebelumnya, para pendemo GERAK menggelar aksi "Jahit Mulut" di Bundaran Balai Bupati Kampar di Bangkinang, Selasa (28/10/14) sekitar pukul 10.00 Wib lalu. Dalam orasinya, mereka akan melaporkan sejumlah kasus Jefry Noer kepada Jokowi di Jakarta. "Kita Minta Jefry Noer Dipenjarakan," kata salah satu pendemo saat itu.
Lalu, sekitar pukul 17.30 wib, mereka menuju Pool Bus ALS di Jalan SM Amin Pekanbaru untuk berangkat menuju Jakarta. Pada pukul 18.30, dengan Bus ALS Tipe 390 bernomor polisi BK 7390 FY, mereka bertolak ke Jakarta. [Baca : Fisik Melemah, 4 Mahasiswa Kampar yang Jahit Mulut Dekati Ibukota]
Akhirnya, pada Kamis (30/10/14) malam sekitar pukul 20.30 WIB, ke lima orang itu tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan. [Baca : Tiba di KPK, 4 Warga Kampar yang Jahit Mulut Siap Bongkar Kedok Jefry Noer]
Selain kondisinya yang kian melemah akibat tak bisa makan dan hanya minum air melalui sedotan, pihak KPK juga belum bisa ditemui. Akhirnya, mereka beristirahat di markas salah satu organisasi mahasiswa nasional.
Keesokan harinya mereka kembali ke gedung Komisi Anti Rasuah itu. Usai diterima oleh salah satu deputi KPK, pada hari itu juga mereka langsung menuju Istana Negara, tempat Presiden Jokowi bekerja. Sebab, salah satu agenda aksi itu adalah menemui Jokowi untuk menyampaikan aspirasinya.
Kedatangan mereka tak diterima Jokowi, para pendemo akhirnya menginap di pepohonan dekat Istana. [Baca : Usai dari KPK, 4 Warga Kampar yang Jahit Mulut, Tidur Dekat Jokowi]
Karena tak kunjung ditemui, akhirnya mereka memutuskan akan melakukan aksi bakar diri tepat didepan Istana. [Baca : Mahasiswa Kampar yang Jahit Mulut Akan Bakar Diri di Istana Negara] [red]

