Tuntut Bupati Kampar Jefry Noer Diusut

Mahasiswa Kampar yang Jahit Mulut Akan Bakar Diri di Istana Negara

Mahasiswa Kampar yang Jahit Mulut Akan Bakar Diri di Istana Negara

Dengan Mulut Dijahit, Mahasiswa Kampar dalam Perjalanan Datangi Jokowi di Jakarta | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Jakarta - Tampaknya aksi yang dilakukan mahasiswa asal Kampar tak main-main lagi. Meski 4 orang telah melakukan aksi Jahit Mulut sampai ke Jakarta, para mahasiswa juga akan lakukan aksi bakar diri di depan Istana Negara.

"Benar besok, kami akan lakukan aksi bakar diri di depan Istana Negara. Supaya presiden tahu, bahwa kami para mahasiswa yang mewakili rakyat kampar sudah dizolimi oleh kepala daerah (Jefri Noer, red) yang berkuasa sekarang di Kabupaten Kampar," tutur Koordinator Lapangan (Korlap) Gerakan Rakyat Kampar (GERAK) Anton, Minggu (02/11/14).

Anton menambahkan, aksi yang dilakukan mereka merupakan puncak dari kekesalannya terhadap hukum yang berlaku di Riau. Karena, dia bersama teman-temannya telah menuntut upaya hukum terhadap Jefri yang diduga melakukan korupsi tetapi tidak ada hasil dari pihak penegak hukum.  

"Lihat saja dari dulu sampai sekarang, berbagai kasus Bupati Kampar tidak pernah prosesnya lanjut. Dan kebanyakan yang lain jadi korbannya sedang Bupati Kampar hanya dijadikan saksi biasa selalu," ungkapnya.

Kedatangannya ke Jekarta dan menuju gedung KPK merupakan upaya untuk mendapatkan keadilan karena selama ini Bupati Kampar Jefri Noer telah melakukan dugaan korupsi hingga mencapai Rp1,4 Trilyun.

Di antara dugaan korupsi yang dilakukan Jefri Noer adalah Program Penyuluhan Perikanan, Pertanian, Peternakan dan Swadaya (P4S) dengan nilai mencapai Rp70 Milyar. Jefri Noer diduga juga melakukan korupsi baju koko yang nilainya mencapai Rp4 miliar.

"Selain itu, Jefri Noer juga melakukan dugaan biaya jalan-jalan ke Eropa bersama istri dan anaknya yang nilainya mencapai Rp2 miliar," sebutnya.  

Untuk aksi yang kami buat ini supaya seluruh rakyat indonesia tahu apa yang terjadi di Kabupaten Kampar.

"Jikapun kami mati dalam aksi bakar diri, biarkan ini menjadi sejarah perjuangan keadilan hukum di negri ini," ucapnya.

"jikalau sampai hari selasa kami tidak berjumpa dengan presiden RI..maka saya selaku korlap GERAKAN RAKYAT KAMPAR (GERAK), yang telah melakukan aksi jahit mulut sejak 28 oktober, akan melakukan aksi bakar diri di depan istana merdeka. Karena saya lebih memilih mati dari pada hidup di bawah penindasan dan ke zholiman pemimpin kami," pungkasnya.

Sementara itu, di Pekanbaru tepatnya di Simpang SKA Pekanbaru, sejumlah mahasiswa kembali menggelar aksi solidaritas penggalangan dukungan dan dana bantuan perawatan untuk tim GERAK yang di Jakarta. Aksi itu, sebagai lanjutan yang telah digelar kemarin di Kampus Universitas Islam Riau (UIR). [Baca : Dukung Aksi 4 Rekan yang Jahit Mulut, Mahasiswa UIR Galang Solidaritas]

Seperti diberitakan sebelumnya, usai dari Gedung KPK, 4 Orang Mahasiswa asal Kabupaten Kampar yang datang ke Ibukota Jakarta dengan mulut dijahit, berencana akan tidur alias menginap dipepohonan yang tak jauh dari Istana Merdeka, markas Presiden RI Joko Widodo. [Baca : Usai dari KPK, 4 Warga Kampar yang Jahit Mulut, Tidur Dekat Jokowi]

"Tadi 4 rekan kita itu, didampingi 6 orang lainnya, termasuk Korlap (Koordinator Lapangan) Anton, ditemui salah seorang Deputi KPK. Dari situ, kita akan menginap di pepohonan dekat Istana Merdeka," kata Rafi, kepada Beritariau.com, Jumat (31/10/14) sore.

Dikatakannya, saat di KPK, pihaknya telah membeberkan sejumlah hal yang menyangkut tindak-tanduk Bupati Kampar Jefry Noer yang hingga kini seolah tak tersentuh hukum. Agenda berikutnya, kata Rafi, pihaknya berencana menemui pemimpin nomor satu di Republik ini, Jokowi.

Aksi ini digelar untuk menuntut jalannya penegakan hukum dan keadilan bagi warga Kampar. Kamis (30/10/14) kemarin, mereka tiba di Jakarta. [Baca : Tiba di KPK, 4 Warga Kampar yang Jahit Mulut Siap Bongkar Kedok Jefry Noer]

Selama perjalanan, kondisi 4 orang itu kian melemah akibat tak makan. [Baca : Fisik Melemah, 4 Mahasiswa Kampar yang Jahit Mulut Dekati Ibukota] [red/lil]

Tags :# korupsi