Diduga Korupsi Buku, Pegawai Pustaka Wilayah Riau Diperiksa

Diduga Korupsi Buku, Pegawai Pustaka Wilayah Riau Diperiksa

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menyatakan bahwa kasus dugaan korupsi pengadaan buku untuk perpustakaan desa di Perpustakaan Wilayah (Puswil) Provinsi Riau sudah ditingkatkan ke penyelidikan.

Pasalnya, penyidik Pidana khusus Kejari Pekanbaru telah melakukan pengumpulan data terkait dugaan penyimpangan anggaran sebesar Rp6 miliar lebih yang bersumber dari dana APBD Murni Provinsi Riau Tahun 2012.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru, Edy Birton, melalui Kepala Sekis (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Abdul Farid, membenarkan peningkatan status ke tahap penyelidikan tersebut. "Benar, sudah masuk tahap penyelidikan," ujar Farid saat dihubungi selulernya, Kamis (30/10/14).

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. "Seperti hari ini, Kamis (30/10/14), kita telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi dari Puswil Riau," lanjutnya.

Saat ditanya nama dan jabatan saksi yang diperiksa tersebut, Farid mengaku lupa. "Saya lupa namanya," pungkas Farid.

Sementara itu, sumber di Kejari Pekanbaru menyebutkan kalau kedua orang saksi tersebut datang memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 15.30 WIB. Sesampainya di Kejari Pekanbaru, keduanya langsung menuju ke Ruang Intel.

"Ada dua orang. Yang satu pakai baju kemeja warna coklat dan satunya lagi pakai jaket warna hitam. Tapi saya, tidak tahu apa tujuan kedatangannya," ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Perlu diketahui, adanya indikasi korupsi pada kegiatan pada kegiatan pengadaan buku untuk perpustakaan desa terjadi pada tahun 2012, dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Peduli Bangsa Indonesia.

Dalam laporannya, pelapor menyatakan kalau dalam kegiatan tersebut pihaknya menemukan pengadaan buku tersebut tidak sesuai dengan kontrak. Seperti jumlah buku yang dianggarkan tidak sesuai dengan kenyataan, serta adanya mark up harga. [Pan]

Tags :# korupsi