Minta Jefry Noer Ditangkap
Fisik Melemah, 4 Mahasiswa Kampar yang Jahit Mulut Dekati Ibukota

Dengan Mulut Dijahit, Mahasiswa Kampar Dalam Perjalanan Datangi Jokowi di Jakarta | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Lampung - Aksi jahit mulut yang dilakukan oleh mahasiswa Kampar terus berlanjut. Aksi yang digelar sebagai bentuk protes atas tumpulnya pisau hukum dalam menangani sejumlah kasus melibatkan Bupati Kampar H Jefry Noer itu, tak lama lagi heboh di Jakarta.
Koordinator Gerakan Rakyat Kampar (GERAK), Anton, yang ikut menemani mereka hingga ke Jakarta, Rabu (29/10/14) malam menyatakan bahwa, Ia dan 4 orang temannya tak lama lagi akan tiba di Jakarta.
Selain itu, dalam pesan singkatnya kepada Beritariau.com, Anton menyatakan kondisi 2 dari 4 rekannya, mulai melemah. Saat ini, mereka akan meninggalkan Provinsi Lampung menuju Merak, Provinsi Banten.
"Asslmkum, informasi terbaru, kami sudah mau meninggalkan Sumsel dan mau masuk ke Lampung. Kondisi kami semakin melemah, doakan kami masyarakat Kampar agar kuat sampai ke tujuan, Allahu Akbar," ujarnya Rabu malam.
Seperti diketahui, ditemani Anton, 4 mahasiswa ini yakni, Rahmat, Ansor, Dapson dan Indra, berangkat ke Jakarta untuk melaporkan sejumlah dugaan korupsi yang diduga melibatkan Jefry Noer antara lain : Perjalanan ke Luar Negeri, Baju Koko, Pelatihan P4s Kubang Jaya, kepada Jokowi, KPK, MABES POLRI dan JAKSA AGUNG.
Selain itu, mereka juga menuntut penegakan hukum dalam kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Eva Yuliana, istri Jefry Noer terhadap petani di Kampar, Nurasmi dan Jamal.
Sebelumnya, mereka menggelar aksi "Jahit Mulut" di Bundaran Balai Bupati Kampar di Bangkinang, Selasa (28/10/14) sekitar pukul 10.00 Wib. Dalam orasinya, mereka akan melaporkan sejumlah kasus Jefry Noer kepada Jokowi di Jakarta. "Kita Minta Jefry Noer Dipenjarakan," kata salah satu pendemo .
Lalu, sekitar pukul 17.30 wib, mereka menuju Pool Bus ALS di Jalan SM Amin Pekanbaru untuk berangkat menuju Jakarta. Pada pukul 18.30, dengan Bus ALS Tipe 390 bernomor polisi BK 7390 FY, mereka bertolak ke Jakarta.
Saat ini, mereka sedang dalam perjalanan menyebrang dari pelabuhan Bakau Heni Provinsi Lampung menuju Pelabuhan Merak Provinsi Banten. [rif]

