1 Orang Lagi Dilarikan ke Rumah Sakit

Dukung Aksi 4 Rekan yang Jahit Mulut, Mahasiswa UIR Galang Solidaritas

Dukung Aksi 4 Rekan yang Jahit Mulut, Mahasiswa UIR Galang Solidaritas

Mahasiswa UIR saat Menggelar Aksi Solidaritas Pengumpulan Dana Perjuangan 4 Rekannya yang Jahit Mulut di Jakarta | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Puluhan mahasiswa dari Universitas Islam Riau (UIR), Sabtu (01/11/14) dari pagi hingga sore hari menggelar Aksi Solidaritas terhadap rekan-rekan mereka yang kini dirawat di rumah sakit saat menggelar aksi Jahit Mulut dari Bangkinang Kabupaten Kampar hingga Jakarta sejak Selasa (28/10/14) lalu.

"Ini kami gelar dari pagi hingga sore. Saat ini, hampir Rp1 Juta telah terkumpul atas solidaritas rekan-rekan di kampus UIR," kata Koordinator Aksi Solidaritas, Suandi kepada Beritariau.com, saat di Bundaran Kampus UIR di Jalan Kaharuddin Nasution Kecamatan Bukit Raya, Sabtu sore.

Dikatakannya, bahwa perjuangan yang dilakukan 4 (empat) orang rekan mereka itu, adalah perjuangan bersama.

"Solidaritas ini harus dimengerti oleh semua pihak. Kita butuh hukum dan keadilan ditegakkan. Kawan-kawan yang di Jakarta tak berjuang sendirian," kata Suandi. Uang itu, katanya, akan dikirim untuk membantu biaya perawatan 4 orang itu.

Sementara itu, dari Jakarta dikabarkan bahwa, satu orang lagi mahasiswa yang jahit mulut dilarikan ke RS Siaga Raya di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan, menyusul satu rekannya yang lebih dahulu dilarikan pada Jumat (31/10/14) sore kemarin.

"1 org lagi mahasiswa kampar yang jahit mulut di istana merdeka di larikan ke rs," kata Koordinator Umum (Koordum) Gerakan Rakyat Kampar (GERAK), Rafi, kepada Beritariau.com, Sabtu (11/11/14) siang.

Ditegaskan Rafi, rekan-rekan yang lain masih berada bertahan di pepohonan yang tak jauh dari Istana Merdeka, markas Presiden RI Joko Widodo, sampai Presiden RI ke 7 itu mau menemui mereka.

"Rekan-rekan masih bertahan disitu. Perjuangan ini harus ada ujung pangkalnya," ujar Rafi.

Seperti diberitakan sebelumnya, usai dari Gedung KPK, 4 Orang Mahasiswa asal Kabupaten Kampar yang datang ke Ibukota Jakarta dengan mulut dijahit, berencana akan tidur alias menginap dipepohonan yang tak jauh dari Istana Merdeka, markas Presiden RI Joko Widodo. [Baca : Usai dari KPK, 4 Warga Kampar yang Jahit Mulut, Tidur Dekat Jokowi]

"Tadi 4 rekan kita itu, didampingi 6 orang lainnya, termasuk Korlap (Koordinator Lapangan) Anton, ditemui salah seorang Deputi KPK. Dari situ, kita akan menginap di pepohonan dekat Istana Merdeka," kata Rafi, kepada Beritariau.com, Jumat (31/10/14) sore.

Dikatakannya, saat di KPK, pihaknya telah membeberkan sejumlah hal yang menyangkut tindak-tanduk Bupati Kampar Jefry Noer yang hingga kini seolah tak tersentuh hukum. Agenda berikutnya, kata Rafi, pihaknya berencana menemui pemimpin nomor satu di Republik ini, Jokowi.

Aksi ini digelar untuk menuntut jalannya penegakan hukum dan keadilan bagi warga Kampar. Kamis (30/10/14) kemarin, mereka tiba di Jakarta. [Baca : Tiba di KPK, 4 Warga Kampar yang Jahit Mulut Siap Bongkar Kedok Jefry Noer]

Selama perjalanan, kondisi 4 orang itu kian melemah akibat tak makan. [Baca : Fisik Melemah, 4 Mahasiswa Kampar yang Jahit Mulut Dekati Ibukota] [red]

Tags :# korupsi