Menginap di Sekretariat PB HMI
Tiba di KPK, 4 Warga Kampar yang Jahit Mulut Siap Bongkar Kedok Jefry Noer

Dengan Mulut Dijahit, Mahasiswa Kampar dalam Perjalanan Datangi Jokowi di Jakarta | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Jakarta - Setelah dua hari mengendari Bus, lima mahasiswa warga Kabupaten Kampar, yang empat diantaranya dengan kondisi mulut terjahit, akhirnya tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (30/10/14) malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Selain kondisinya yang kian melemah akibat tak bisa makan dan hanya minum air melalui sedotan, kedatangan mereka di gedung Komisi Anti Rasuah itu tak bisa langsung menyampaikan aspirasi berhubung waktu sudah malam.
"Mereka sudah tiba sejak satu jam yang lalu. Namun, karena sudah malam dan tak bisa tinggal disini, kami semua akan menginap di Sekretariat Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)," ungkap Rafli, rekan dari kelima orang itu kepada Beritariau.com di Gedung KPK, Kamis (30/10/14) malam pukul 21.30 WIB.
Rafli yang mengaku kedatangannya ke Jakarta terpisah dari lima orang itu, mengatakan bahwa rekan-rekannya itu akan kembali ke gedung KPK besok (31/10/14) pagi untuk menyampaikan aspirasi sebagaimana maksud aksi itu dilakukan.
"Besok pagi kesini lagi. Besok mereka akan sampaikan semua apa yang terjadi di Kabupaten Kampar," ujar Rafli.
Menurutnya, empat rekannya yang menjahit mulut itu yakni, Rahmat, Ansor, Dapson dan Indra, tak akan berhenti mogok makan, sebelum KPK mendengarkan aspirasi mereka.
Kepada KPK, seluruh tindak-tanduk Bupati Kampar Jefry Noer dan Keluarganya akan dibeberkan secara terang-benderang. Untuk itu, atas nama rekan-rekannya itu, Rafli memohon dukungan dari warga Riau khususnya dari Kampar atas aksi itu.
"Pokoknya memaksa KPK untuk turun mengusut segala dugaan kejahatan yang terjadi di Kampar," tegas Rafli.
Seperti diberitakan sebelumnya, 4 mahasiswa Kampar pada Selasa (28/10/14) sekitar pukul 10.00 WIB, menggelar aksi "Jahit Mulut" di Bundaran Balai Bupati Kampar di Bangkinang.
Aksi dipimpin oleh Anton selaku koordinator yang juga turut mendampingi dalam perjalanan ke Jakarta itu, tak hanya akan menemui petugas KPK, tapi juga Presiden Jokowi dan sejumlah lembaga penegak hukum lainnya.
Selama perjalanan, kondisi 4 orang itu kian melemah akibat tak makan. [Baca : Fisik Melemah, 4 Mahasiswa Kampar yang Jahit Mulut Dekati Ibukota] [red]

