Dihipnotis Orang Singapura, PNS di Pekanbaru Ludes 17,5 Juta

Dihipnotis Orang Singapura, PNS di Pekanbaru Ludes 17,5 Juta

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal di Jalan Teratai Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru, kena hipnotis. Ia mengaku dihampiri para pelaku yang pura-pura mau nukarkan uang Dollar Singapura, lalu diajak masuk ke dalam mobil.

Disitu, para pelaku membeli harta benda milik Minarni (51), si korban, seperti gelang emas dan lainnya, dengan uang yang disebut Dollar itu. Setelah turun dari mobil, baru Ia sadar, uang itu hanya kertas berwarna merah. Ditaksir, harta benda itu senilai Rp17,5 Juta.

"Korban sudah melaporkan ke Polresta Pekanbaru. Penyidik mengumpulkan keterangan dari korban, dan tengah dilakukan pengejaran," ujar Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Kamis (30/10/14).

Guntur menceritakan, Minarni menjadi korban hipnotis 3 Orang Tak Dikenal (OTK). Dimana, salah satu pelaku mengaku warga negara Singapura.

Dalam laporannya di kepolisian, awalnya korban mengaku diajak bertemu oleh pelaku (warga Singapura) pada Selasa (28/10/14), dengan alasan ingin menukarkan uang Dollar.

Saat itu, pelaku ingin tukar uang buat keperluan pergi ke Perawang. Saat ngobrol, datang seorang lelaki lain yang tak dikenal oleh korban. Pelaku meminta korban untuk menolong orang Singapura itu menukarkan uang ke Bank. Karena, Ia tak memiliki mata uang Rupiah.

"Menurut korban, saat kejadian, kedua pelaku sempat menunjukan beberapa lembar mata uang Dollar kepadanya," terang Guntur.

Tak beberapa lama, dari dalam mobil, ujar Guntur, turun seorang pelaku lainnya yang mengaku pegawai salah satu Bank yang akan mengantarkan korban ke Bank untuk menukarkan uang itu.

"Ketiganya pun membawa korban masuk kedalam mobil," lanjutnya.

Di dalam mobil, pelaku yang mengaku orang Singapura itu, justru bukan ingin menukarkan uang. Melainkan membeli gelang korban. Kuat dugaan, korban yang sudah dibawah kendali para pelaku mau menukarkan gelang emasnya dengan sebuah amplop. Tiba-tiba setelah itu, korban diturunkan di depan RS Santa Maria di Jalan Ahmad Yani.

"Minarni pun kemudian pulang. Namun, setibanya dirumah, ia tersadar bahwa dirinya sudah menjadi korban hipnotis dari ketiga pelaku. Ia segera membuka amplop yang diberikan pelaku. Ternyata, isinya berupa 7 lembar kertas berwarna merah," kata Guntur. [Pan]

Tags :# hukum