Matangkan Ranperda Retribusi Kesehatan, Bapemperda Undang Diskes Pekanbaru

Penulis : admin | Selasa, 18 Februari 2020 - 21:33 WIB

RDP - Badan Pembentukan Perda DPRD Pekanbaru menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Diskes & Direktur RS Madani Pekanbaru | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru dan Stakeholder Rumah Sakit (RS) Madani, diundang Badan Pembentukan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (18/02/2020) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh DPRD.

Undangan ini menyusul pematangan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan yang saat ini dibahas oleh kalangan DPRD Kota Pekanbaru.

Plt Kadiskes Pekanbaru, Muhammad Amin mengatakan, meski kondisi RS Madani Pekanbaru masih belum rampung namun ditargetkan bisa selesai 100 persen pada bulan Maret nanti. 

Hal ini menyusul peningkatan jumlah kunjungan pasien yang masuk baik melalui rawat jalan maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD) setiap bulannya. Diskes Pekanbaru sebagai stakeholder berharap anggota DPRD Pekanbaru dapat membantu merampungkan Ranperda tersebut guna memenuhi kebutuhan warga Kota Pekanbaru.

"Kami bertekad akan memberikan tarif rumah sakit jauh lebih murah dari rumah sakit lainnya yang ada di Pekanbaru. Kita serahkan sepenuhnya kepada Bapemperda," Kata Plt Kepala Diskes Pekanbaru, Muhammad Amin, dalam RDP tersebut.

Sementara itu, sejumlah informasi yang ada di RS Madani Pekanbaru juga melaporkan, sejak 2 tahun beroperasi, RS Madani Pekanbaru saat ini sudah memiliki fasilitas sebanyak 84 tempat tidur bagi pasien rawat inap. 

Selain itu, RS Madani juga memiliki pelayanan tambahan seperti fasilitas rawat jalan termasuk alat tredmil, laboratorium, 3 kamar operasi, radiologi (kerjasama dengan rumah sakit swasta untuk alat CT Scan), unit sterilisasi serta sejumlah peralatan dokter bedah untuk tingkat dasar.

"Kita masih fokus terhadap pembangunan fisik rumah sakit. Saat ini memasuki tahap finishing akhir. Insyaallah, Maret nanti kita bisa beroperasi penuh melayani masyarakat Pekanbaru," Kata Direktur RS Madani Pekanbaru, Mulyadi.

Pihaknya saat ini mengakui masih banyak kekurangan sarana dan prasarana yang ada di RS tersebut. Salah satu yang menjadi kendala adalah belum terpenuhinya masalah kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

"Kita terganjal persyaratan yang belum bisa kita penuhi salah satunya belum diraihnya predikat akreditasi," jelasnya.

Selain itu, sarana yang kurang memadai di RS Madani disebutkannya terkait pasokan energi listrik. Hal itu menjadi prioritas pihaknya dalam melayani pasien yang datang berkunjung.

"Seluruh peralatan medis yang digunakan membutuhkan energi listrik karena akan ada 3 ruangan operasi yang harus siaga setiap harinya," ucap Mulyadi.

Setelah mendengar pemaparan dari OPD Pemko Pekanbaru itu, Ketua Bapemperda DPRD Pekanbaru, Zulfahmi, mengatakan, berencana membuat rekomendasi pembentukan panitia khusus (Pansus).

"Kita akan pelajari lebih lanjut lagi nanti ke depan, karena harus ada refrensi atau bahan acuan yang dibutuhkan sebelum nantinya ini ditetapkan menjadi sebuah Perda," pungkasnya.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pekanbaru, Zulfahmi serta dihadiri oleh anggota Bapemperda lainnya seperti Zainal Arifin, Ervan dan Roni Pasla. Selain itu, juga hadir Plt Kadiskes Pekanbaru, Muhammad Amin dan Direktur RS Madani Pekanbaru , Mulyadi. [Red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :