RDP Tertutup Komisi II & PT MPP, Pengamat: Ada kecurigaan merayu uang

Penulis : admin | Senin, 17 Februari 2020 - 12:55 WIB

RDP TERTUTUP - RDP Komisi II dengan Manajemen PT MPP. Rapat Digelar Tertutup. Foto Diambil oleh Anggota DPRD Kota Pekanbaru, M Sabaruddi | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Pengamat Pemerintahan dan Kebijakan Publik, Saiman Pakpahan, menyebutkan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Pekanbaru dengan PT Makmur Papan Permata (pengelola STC) yang digelar secara tertutup menimbulkan kecurigaan di kalangan publik.

Menurut akademisi Universitas Riau (UR) ini, persoalan pedagang eks Plaza Sukaramai mestinya dibuka dengan semangat transparansi. Sebab, banyak informasi yang wajib disampaikan ke stakeholder.

"Kalau motifnya disembunyikan begini, ada kecurigaan bagi fungsi di legislatif itu untuk merayu uang," Kata Saiman, kepada wartawan, Senin (17/02/2020).

Menurutnya, kecurigaan serta dugaan adanya deal-deal oknum legislatif dengan pengusaha itu diyakini menemui peluang tertentu untuk meraih keuntungan ekonomi melalui rapat pembahasan itu. 

"Ketika mereka menggelar rapat tertutup, peluang mereka untuk saling sandera jadi besar, pengusaha akan menginvestasikan uangnya kemudian penguasa akan memberikan otoritasnya. Itu publik harus tahu," ucap Saiman.

Menurutnya, kisruh pedagang di bekas eks Plaza Sukaramai saat ini satu hal persoalan masalah yang ditinggalkan periode sebelumnya dan dilanjutkan oleh periode sekarang. Terhadap rapat terbuka lalu tertutup, harusnya DPRD bicara tentang kehendak orang ramai. 

"Seandainya pemilih mereka pedagang, mereka harusnya tidak boleh membuat jarak antara DPRD dengan masyarakat yang mereka perjuangkan itu. Kita tidak tahu ini dilakukan tertutup untuk apa," cetusnya.

Diberitakan saat ini, RDP Komisi II dengan PT Makmur Papan Permata (MPP) digelar secara tertutup. Itu diketahui saat wartawan meliput agenda dan salah seorang staff publikasi DPRD yang bertugas di depan pintu, mencegat awak media.

"Maaf bang, rapat tertutup," Kata salah seorang petugas, Faisal, kepada wartawan

RDP yang digelar Komisi II ini dipimpin oleh Ketua Komisi II, H Fatullah didampingi wakil ketua Komisi, Arwinda Gusmalina sekretaris komisi, Dapot Sinaga, serta anggota Komisi, Eri Sumarni, Roem Diani Dewi, David Marihot Silaban, Munawar Syahputra dan M Sabaruddi.

RDP Komisi II DPRD Kota Pekanbaru sebelumnya sudah terjadwal di bagian Publikasi dan Protokol. Dari agenda rapat yang tersebut, 4 Komisi yang ada di DPRD Kota Pekanbaru dijadwalkan serentak secara bersamaan termasuk Komisi II yang mengundang PT MPP dengan Ramayana.

Sebelumnya, Komisi I dan Komisi II, Senin (10/02/2020) kemarin, mengundang Serikat Pedagang Pasar Plaza Sukaramai (SP3S) dalam RDP. Di RDP itu juga mengundang manajemen PT MPP, Suryanto. Rapat dipimpin oleh Penanggung Jawab Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani.

Dalam rapat itu, sejumlah pedagang menolak untuk membayar kembali penempatan kios di dalam gedung Sukaramai Trade Centre (STC) eks Plaza Sukaramai (Ramayana). 

Pedagang berharap, perjanjian lama bagi pedagang diberlakukan kembali dalam penempatan gedung STC nantinya.

"Rekomendasi hasil pansus dahulu ada yang belum dilaksana. Salah satunya isi poin 4 yakni pedagang masih bisa menempati kios dalam gedung hingga 2026," Kata Sekretaris SP3S, Matriadi Umar, usai pertemuan Minggu kmrin

Adanya permintaan pedagang di TPS harus masuk ke dalam gedung, menurutnya tidak ada persoalan. Namun, pihaknya bermasalah dengan isi surat yang dilayangkan oleh PT Makmur Papan Permata (MPP) yang meminta menyelesaikan urusan administrasi.

"Administrasi mana yang mau diselesaikan? Kalau kondisi masalah keuangan, kondisi pedagang saja selama di TPS ini sangat memprihatinkan," cetusnya. [Bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :