Reses Ginda Burnama ST

Aspirasi Warga Padang Terubuk Minta Partisipasi Perusahaan melalui dana CSR Bangun Jalan

Penulis : admin | Jumat, 08 November 2019 - 13:41 WIB

RESES - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ginda Burnama ST, menggelar reses di RT 02 RW 06 Kelurahan Padang Terubuk Kecamatan Senapelan, Jumat (08/11/19) | Beritariau.com2019

Beritariau.com Pekanbaru - Perwakilan masyarakat, Rahma Wijaya meminta DPRD Kota Pekanbaru, mendorong perusahaan yang ada di Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, berpartisipasi membangun infrastruktur melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Hal itu dia sampaikan dalam reses yang dilaksanakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ginda Burnama ST, di RT 02 RW 06 Kelurahan Padang Terubuk Kecamatan Senapelan, Jumat (08/11/19).

Menurutnya, banyak jalan sentral di sekitaran RW 06 Kelurahan Padang Terubuk mulai rusak dan hancur. Bahkan jika dibangun lewat semenisasi oleh Pemerintah diyakini tidak akan bertahan lama.

"Kalau kita tekankan dana CSR kepada perusahaan untuk pembangunan jalan itu lebih baik. Mereka punya tanggung jawab kepada masyarakat. Kalau berharap kepada pemerintah mereka jadi manja dan beranggapan kan ada pemerintah," Kata Rahma, dalam aspirasinya.

Dengan adanya tanggung jawab perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur itu, tentunya perusahaan akan memiliki tanggungjawab dalam hal perbaikan.

"Pengusaha bebas memasang iklan komersil yang mereka buat infrastruktur melalui CSR tadi," paparnya.

Aprizal l, Pemuka Masyarakat RW 06, juga menyampaikan masalah infrastruktur yakni persoalan Jalan Mutiara yang menurutnya perlu diperhatikan, karena sekian lama masyarakat menderita, hujan sikit masuk air dalam rumah.

"Kami berharap normalisasi drainase Padang Terubuk sudah dangkal, hujan sikit aja banjir. Kemudian di SDN 136 itu sudah K13 anak-anak pulang jam 1 jam 2, perlu dibangun mushalla tempat anak-anak shalat Zuhur," pintanya, sambil juga mengharapkan usai reses agar Ginda mengunjungi warga korban kebakaran tak jauh dari lokasi reses.

Aprizal juga menyinggung mengenai keberatan warga naiknya iuran BPJS. "Kami masyarakat minta jangan naikkan BPJS terutama kelas 3, kalau kelas 1 dan 2 sudah mampu tak apa mungkin," katanya.

Terakhir Heni Hendrawati warga RT 02 RW 08 Kampung Bandar juga mengeluhkan infrastruktur parit. "Parit di rumah kami banjir masuk dalam rumah, daerah kuburan, Jalan Panglima Undan Gang Wakaf," katanya menyampaikan aspirasi.

Menjawab pertanyaan soal dana CSR, Ginda menjelaskan bahwa kewenangan memanggil pihak perusahaan ada pada Komisi II dan dirinya sebagai pimpinan akan menjadwalkan pemanggilan itu.

"Kita dorong agar mereka menyalurkan dana CSR, bangun infrastruktur tak perlu tunggu APBD, termasuk pembangunan mushalla SDN 136 tadi bisa kita sampaikan ke perusahaan yang ada di sini," terang Ginda.

Masalah banjir parit, Ginda akan turun bersama camat, titik mana saja yang mendesak dibangun dalam waktu dekat. "Kita turun dan kawal di Musrenbang, undang saya nantinya agar mengawal, sampai kecamatan jangan lepas, kita perjuangkan kampung ini," pinta Ginda.

Aspirasi dari Ibu Wati warga Padang Bulan, soal jembatan yang kecil sementara jalan lebar, Ginda akan panggil Dinas PUPR. "Jembatan kecil, jalannya besar, ada apa, perencanaan kah, pembebasan lahan kah, kita turun nanti sama camat," janji Ginda.

Berkaitan BPJS, Ginda menerangkan bahwa aspirasi ini dia temukan setiap turun mendampingi anggota dewan lainnya. "Ini kebijakan pusat, dengan adanya ikatan dewan se-Indonesia bisa diperjuangkan, jangan naik semuanya. Saya akan berjuang, persoalannya sama, lihat berita online masalah BPJS, manajemen dibenahi jangan iuran dinaikkan," pinta Ginda.

Reses ini dihadiri juga perwakilan warga dari tiga kelurahan yakni Padang Terubuk, Padang Bulan, dan Kampung Bandar. Tampak pula para ketua RT, Ketua RW, Lurah Padang Terubuk, dan Camat Senapelan. [red]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :