Reses Roni Pasla

Langganan Banjir Di Sidomulyo Barat, Warga Ngeluh Drainase Dibangun Jadi Parit Cacing

Penulis : admin | Rabu, 06 November 2019 - 22:03 WIB

TANYA JAWAB - Anggota DPRD Kota Pekanbaru Roni Pasla SE melaksanakan reses di RW 09 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Sesi Tanya Jawab Dilakukan Dalam Reses Ini | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Anggota DPRD Kota Pekanbaru Roni Pasla SE melaksanakan reses di RW 09 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Persoalan banjir menjadi aspirasi masyarakat di daerah ini. Diketahui, Drainase yang dibangun asal jadi dan sempit. Hingga membentuk sebuah parit cacing.

"Kalau kami mengatakan ini namanya parit cacing, parit kecil-kecil, saat turun hujan satu jam saja sudah terjadi genangan air, harapan kami agar ini dibangun menjadi drainase agar saluran air lancar, jalan dan pemukiman warga tidak lagi digenangi air," kata Ketua RW 09 Suwaji, saat menyampaikan aspirasi dalam agenda reses Roni Pasla di daerahnya, Rabu (6/11/19).

RW 09 yang terdiri dari empat RT tersebut, dalam kegiatan reses itu lengkap juga dihadiri Ketua RT 01 Hermon, Ketua RT 02 Watiyem, Ketua RT 03 berhalangan hadir, dan Ketua RT 04 Eko Suwarno, serta juga hadir Lurah Sidomulyo Barat Hendri Syafitra, dihadiri puluhan warga yang antusias menyampaikan aspirasi dan mendengarkan keterangan dari wakil rakyat mereka Roni Pasla.

Berbagai aspirasi disampaikan warga dalam kesempatan itu, seperti mengenai kenaikan iuran BPJS, kelangkaan elpiji subsidi, persoalan lambatnya pengurusan administrasi kependudukan e-KTP, pembangunan MDTA yang terbengkalai, puskesmas, dan pembangunan sekolah menengah pertama (SMP) yang belum ada di daerah itu.

Menjawab aspirasi konstituennya, Roni Pasla menerangkan satu persatu apa yang telah disampaikan warga. Seperti keluhan soal kenaikan iuran BPJS, Politisi PAN ini menjelaskan bahwa kewenangan BPJS berada di tangan Pemerintah Pusat, untuk itu dirinya akan berkomunikasi dengan Politisi PAN yang ada di DPR RI.

"Kalau elpiji, itu bidang Komisi II, kebetulan di Komisi II ada sahabat saya Arwinda, dia Wakil Ketua Komisi II, nanti kita sampaikan agar diambil tindakan, bisa saja melakukan sidak ke pangkalan," terang Roni.

Selanjutnya berkaitan administrasi kependudukan, Roni menjelaskan kepada masyarakat bahwa pihaknya di DPRD Kota Pekanbaru tengah membahas mengenai pemekaran kecamatan di Kota Pekanbaru bersama Bapemperda, maka kecamatan Tampan kedepan akan dimekarkan menjadi dua kecamatan yang akan berganti menjadi nama Kecamatan Tuah Madani dan Kecamatan Bina Widya.

"Kalau sekarang keluar KTP nanti tercantum di sana Kecamatan Tampan, tentu perlu kembali revisi sesuai dengan nama kecamatan baru, maka bersabar saja dahulu, karena di Dukcapil blangko e-KTP katanya kan juga kosong," terang Roni.

Tentang aspirasi pembangunan lantai dua MDTA yang ada di daerah itu, Roni Pasla ternyata bendahara di sekolah tersebut, warga pun menyampaikan aspirasi agar pembangunan MDTA ini kembali diajukan dalam APBD Kota Pekanbaru. "Kita masukkan lagi nanti di APBD Perubahan 2020, tak perlu yayasan, karena MDTA bagian dari masjid," terang Roni.

Berkaitan aspirasi yang populer disampaikan warga yakni soal banjir dan drainase, Roni menjelaskan bahwa penanganan banjir di daerah Kota Pekanbaru perlu kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kampar, sehingga perlu duduk bersama antara kedua belah pihak pemerintahan daerah untuk membicarakan akses aliran air.

"Kemarin saya hearing dengan Dinas PU, saya minta Dinas PU memiliki data base tentang berapa jumlah sungai yang ada di Kota Pekanbaru lengkap dengan jenis sungainya, kemudian berapa panjang jalan, sehingga bisa dilaksanakan pembangunan terarah untuk mengantisipasi banjir ini," kata Roni.

Bahkan saat hearing dengan Dinas Perhubungan, Roni Pasla juga membicarakan berkaitan lampu penerangan jalan umum yang ada di daerah itu agar dimaksimalkan, sehingga pengendara aman di perjalanan, karena beberapa ruas jalan di daerah tersebut kondisinya masih gelap.

Permintaan puskesmas, diterangkan Roni bahwa Kecamatan Tampan terdapat 2 puskesmas, di Jalan Garuda dan di Sidomulyo hanya puskesmas pembantu. Roni menjelaskan jika pemekaran kecamatan nantinya terjadi, maka otomatis Sidomulyo Barat tidak ada lagi puskesmas, maka dalam kondisi itu bisa langsung diajukan kepemerintah untuk pembangunan puskesmas.

"Siapkan lahan mana nanti yang akan kita bebaskan, untuk pembangunan puskesmas ini, sama juga untuk pembangunan SMP, kalau SD di sini sudah ada, kita sama-sama dengan pak Lurah dan perangkat kecamatan bisa menjadi SMP di sini," pinta Roni Pasla yang merupakan Anggota Komisi IV yang membidangi pembangunan.

Terakhir, mengenai keluhan para remaja yang belum mendapatkan pekerjaan, Roni meminta peran aktif aparat kelurahan seperti RT, RW maupun Lurah untuk mendatangi para perusahaan yang ada di daerah itu, agar menerima tenaga kerja tempatan.

"Nanti kalau sudah ada diajukan baru lah saya yang masuk untuk mendorong agar teman-teman yang belum mendapat pekerjaan bisa menjadi pekerja di perusahaan yang ada di daerah kita ini," pinta Roni.

Lurah Kelurahan Sidomulyo Barat Hendri Syafitra mengaku senang dengan kedatangan Anggota DPRD Kota Pekanbaru periode 2019-2024 ini ke daerahnya. "Beliau ini penduduk tempatan dan memahami betul kondisi daerah kita ini, semoga apa yang disampaikan warga tadi bisa diperjuangkan dan direalisasikan," harap Lurah. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :