Direktur Pelaksana Proyek Rp75 Milyar di Riau Ditemukan Tewas

Penulis : user | Jumat, 11 Januari 2019 - 16:25 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktur Pelaksana Proyek Fly Over atau jembatan layang senilai Rp75 miliar di Pekanbaru, Eko Dedi Sukamto, ditemukan meninggal dunia di kamar hotel.

Korban ditemukan tak bernyawa di kamar nomor 1118 Hotel Whiz Kota Pekanbaru, Riau, Kamis siang (10/1/2019) kemarin sekitar pukul 13.42 wib.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh pegawai hotel.

Kapolsek Pekanbaru Kota AKP Sunarti membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengaku awalnya mendapatkan informasi adanya temuan mayat di salah satu hotel, dan langsung menuju ke lokasi.

"Kita belum tahu apa penyebabnya, masih diselidiki,” kata Sunarti.

Saat polisi mengecek tubuh korban, Sunarti menyebutkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. “Untuk sementara belum ada," ujarnya.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan visum et revertum. "Nanti setelah hasilnya keluar baru diketahui," pungkasnya.

Sementara itu, General Manager Whiz Hotel Pekanbaru, Sandra mengatakan, petugas hotel yang mengetahui kejadian itu awalnya ingin menanyakan apakah korban memperpanjang masa penginapan atau tidak.

“Kami bertanya kepada pengunjung apakah dia mau check out atau memperpanjang," kata Sandra.

Kemudian petugas hotel menghubungi korban melalui telepon yang ada di dalam kamar yang berada di lantai 11 itu. Namun tidak ada jawaban. Akhirnya pegawai hotel membuka kamar dengan kunci serap.

"Kita mengambil tindakan mengecek ke dalam kamar untuk memastikan tamunya ada di dalam kamar,” ucapnya.

Namun korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, setelah dicek ternyata korban meninggal dunia. Pegawai tersebut kemudian menghubungi atasannya. 

Selanjutnya temuan itu dilaporkan ke polisi. “Dia menginap sendirian baru satu malam," jelas Sandra.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto mengaku mendapat informasi bahwa korban merupakan kontraktor yang bekerja sama dengan Pemprov Riau.

"Iya, korban merupakan Direktur I PT Dewanto Cipta Pratama inisial DE," ujar Dadang.

Korban memimpin perusahaan yang melakukan pembangunan flyover Pasar Pagi Arengka. Korban  yang melakukan penandatanganan kontrak dengan Dinas PU Pemprov Riau.

"Saat penandatanganan kontrak kerja beliau hadir dan ikut melakukan teken," ujarnya.

Dadang belum tahu apa penyebab kematian korban, karena kasus kermatiannya masih diselidiki polisi. "Saya tidak tahu pasti, yang jelas informasinya meninggal mendadak dalam kamar,” terangnya.

Tender proyek Fly Over Pasar Pagi Arengka di menangkan PT. Dewanto Cipta Pratama, dengan penawaran sebesar Rp75.532.651.000, dari pagu anggaran sebesar Rp78.398.668.000.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :