Tiga Dokter RSUD Tetap Ditahan

Hakim Tak Kabulkan Penangguhan Penahanan Dokter

Penulis : user | Kamis, 10 Januari 2019 - 10:58 WIB

Tiga Dokter Terdakwa Korupsi Jalani Sidang Di Pengadilan Tipikor

Beritariau.com, Pekanbaru - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru menolak penangguhan tiga dokter spesialis yang menjadi terdakwa dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan RSUD Arifin Achmad, Provinsi Riau. 

Ketua majelis hakim Saut Martua Pasaribu dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu petang kemarin (9/1/2019) mengatakan ketiga terdakwa agar tetap berada di Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru. 

"Sampai saat ini, kami belum mengabulkan permohonan saudara terdakwa. Kami belum mengalihkan  atau menangguhkan penahanan terdakwa," kata Saut didampingi hakim anggota Asep Koswara dan Hendri dihadapan ketiga dokter yang menjadi pesakitan tersebut. 

Saut melanjutkan bahwa ketiga dokter masing-masing dr Welli Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas dan drg Masrial tetap ditahan. "Tetap jadi tahanan Rutan," tegas Saut.

Ia menjelaskan bahwa alasan kelancaran persidangan menjadi pertimbangan utama bagi majelis hakim untuk menolak penangguhan penahanan tersebut. "Persidangan  selanjutnya, jadi fokus utama kami," kata Saut.

Pada persidangan perdana akhir Desember 2018 lalu, Hakim Saut sempat menyatakan untuk mempertimbangkan memberikan penangguhan penahanan kepada tiga dokter yang berstatus sebagai ASN di RSUD Arifin Achamad tersebut. 

Permohonan penangguhan itu disampaikan langsung para terdakwa, dengan alasan untuk menghindari pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit milik pemerintah itu. 

Bahkan, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat Daeng Muhammad Faqih mengatakan dirinya dan sejumlah asosiasi profesi dokter siap menjadi penjamin atas permohonan penangguhan menjadi tahanan kota itu. 

"Semua yang mengajukan permohonan siap (menjadi penjamin)," katanya. 

Menurut Daeng, penangguhan penahanan ketiga sejawat mereka penangguhan untuk kemudian menjadi tahanan kota itu penting dilakukan karena ketiga terdakwa merupakan dokter sub spesialis, dan keberadaan mereka sangat dibutuhkan masyarakat. 

"Ketiga dokter ini bukan hanya spesialis. Tapi subspesialis. Keahliannya langka, dan dibutuhkan dalam pelayanan. Kami mohon penangguhan supaya pelayanan di rumah sakit tidak terganggu," jelasnya. 

Akan tetapi, sepertinya upaya itu belum akan dikabulkan hakim dan para dokter dengan keahlian langka itu tetap mendekam dibalik jeruji besi. 

Sidang hari ini merupakan sidang kedua yang dijalani ketiga dokter tersebut. Selain tiga dokter itu, terdapat dua pesakitan lainnya yang menjalani sidang secara bersamaan. Keduanya adalah Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR) Yuni Efrianti dan karyawannya, Mukhlis. 

Persidangan kedua itu mengagendakan pembacaan eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).  [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :