Warga Riau : Ingat Jokowi, Ingat Tanah

Penulis : user | Minggu, 16 Desember 2018 - 21:52 WIB

Presiden Jokowi dan penerima sertifikat tanah di Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru - Kehadiran orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo ke Kota Pekanbaru masih memberikan kesan tersendiri kepada warga Bumi Lancang Kuning tersebut.

Abdul, seorang karyawan swasta di Pekanbaru, Minggu mengatakan jika dirinya mendengar kata Jokowi, maka yang terbayang pertama kali di benaknya adalah sertifikat tanah.

Betapa tidak, Abdul mengatakan Presiden Jokowi selalu mengedepankan kepentingan masyarakat diatas segalanya.

Saat kedatangan Jokowi di Pekanbaru, Sabtu kemarin (15/12), sosok pemimpin dengan gaya khas kasual itu membagikan 6.000 sertifikat tanah kepada masyarakat.

"Meskipun saya bukan salah satu penerima, namun saya bisa merasakan kebahagiaan masyarakat kecil yang mendapat kemudahan itu. Pengakuan negara atas lahan yang dimiliki masyarakat," kata Abdul.

Sebanyak 6.000 warga Riau menerima sertifikat tanah yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Pembagian sertifikat tanah tersebut dilakukan di Kediaman Dinas Gubernur Riau, Kota Pekanbaru.

Secara simbolis, Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat tanah itu kepada 12 warga penerima yang mewakili 6.000 warga yang hadir. 
    
Saat itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengatakan di Riau diperkirakan terdapat 3.480.000 bidang tanah. 
    
"Dari jumlah itu bidang tanah yang sudah terdaftar sebanyak 1.425.000 bidang atau sekitar 40 persen,  masih ada dua juta lebih yang belum terdaftar," katanya. 
    
Ia menyebutkan pihaknya akan memperbanyak pendaftaran tanah pada tahun 2018 dan 2019.

"Tahun ini  dikeluarkan sertifikat atas 155.000 bidang tanah dan diserahkan oleh Bapak Presiden sebanyak 6.000 sertifikat," katanya dilansir Antara.
    
Ia menjelaskan 6.000  bidang tanah itu terdiri atas 3.000 sertifikat tanah objek reforma agraria (TORA)  yang mencapai sekitar 6.000 ha. Sebanyak 3.000 lainnya merupakan sertifikat tanah biasa. 
    
Sofyan menjelaskan TORA merupakan tanah yang hak gunanya tidak dimanfaatkan sehingga telantar.

Tanah tanah tersebut akan didistribusikan kepada warga agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif setelah diterbitkan sertifikatnya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :