Insiden Atribut Demokrat
SBY Klaim Punya Bukti Kuat Perusakan Atribut Demokrat

SBY saat menyisir pengrusakan atribut Demokrat
Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan mempunyai bukti yang kuat terkait insiden pengrusakan ribuan atribut partai berlambang Mercy tersebut di Kota Pekanbaru, Riau.
"Kami punya evidence (bukti). Strong evidence (bukti yang kuat) yang Insha Allah membuka jalan siapa-siapa dibalik aksi pengrusakan itu," kata Presiden ke-6 RI yang akrab disapa SBY tersebut di Pekanbaru, Minggu.
Pernyataan SBY itu menanggapi petanyaan wartawan yang menyebutkan bahwa dirinya akan dilaporkan oleh Kapitra Ampera, salah satu Politisi nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ke Ditreskrimsus Polda Riau.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu malam tadi (15/12), Kapitra sebelumnya getol akan mempolisikan mantan presiden dua periode, SBY, ke Polisi karena dinilai telah menyudutkan PDIP dalam insiden pengrusakan atribut Partai Demokrat di Kota Pekanbaru, Sabtu dinihari kemarin (15/12).
SBY lantas menanggapi santai ancaman Kapitra tersebut. Dia mengatakan telah mendengar rencana Kapitra untuk melaporkan dirinya ke Polda Riau. "Silahkan (lapor ke Polisi)," ujar SBY usai mengikuti Car Free Day (CFD) dan bertemu dengan ribuan warga Kota Bertuah hari ini.
"Saya tadi malam juga dengar. Saya tidak pernah menuduh PDI Perjuangan dibalik apa yang dilakukan kemarin," lanjutnya.
Justru, kata SBY, dirinya berharap Polisi dapat menangani secara serius dan tuntas insiden pengrusakan atribut partai yang ia nilai telah menginjak dan merobek harga dirinya tersebut.
Dia mengatakan sepenuhnya percaya dengan Polisi untuk menangani perkara itu secara cepat dan tuntas.
"Kepolisian kita hebat. 10 tahun saya memimpin banyak sekali menyelesaikan masalah. Cepat dan tuntas. Kali ini saya menunggu apakah bisa dilakukan lagi," ujar SBY.
Ribuan atribut Partai Demokrat yang terpasang di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru dirusak OTK, Sabtu dinihari kemarin.
Keberadaan atribut-atribut itu menyambut kedatangan SBY, bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Pekanbaru.
SBY secara pribadi langsung menyisir lokasi pengrusakan atribut partainya, Sabtu pagi tadi. Dalam video yang beredar luas di media sosial, SBY tampak begitu sedih dan kecewa dengan insiden tersebut.
Menurut dia, pengrusakan atribut partai tersebut sama saja dengan menginjak harga dirinya, sebagai pendiri dan ketua umum partai berwarna biru itu.
"Dini hari saya menerima laporan bahwa baliho selamat datang dan bendara partai dirusak. Kemudian saya tidak langsung percaya. Pagi ini saya melihat langsung ternyata benar baliho dirobek serta bendara partai dibuang ke selokan, saya sangat menyayangkan kejadian ini" kata SBY.
Dia menyayangkan kunjungan yang dilakukan saat tahun politik ke Riau diwarnai insiden tak menyenangkan. Dia mengharapkan agar apapun pilihan politiknya, setiap orang harus saling menghormati perbedaan.
Akibat insiden tersebut, dia memerintahkan Sekjend dan pengurus Partai Demokrat Riau dan Pekanbaru untuk mencabut semua bendera dan spanduk Partai Demokrat.

